BLITAR, memo.co.id
Menjelang penghujung tahun 2025, aroma pergerakan mulai terasa dari tubuh Komando Putra Sang Fajar, kelompok relawan yang kini resmi bertransformasi menjadi organisasi kemasyarakatan (Ormas).
Ormas yang dipimpin oleh Heru Santoso, S.H. ini dulunya dikenal sebagai barisan relawan tangguh yang mengantarkan pasangan Syauqul Muhibbin – Elim Tyu Samba (Mas Ibin – Mbak Elim) memenangkan Pilkada Kota Blitar. Kini, setelah kemenangan itu, Komando Sang Fajar tetap bergerak bukan untuk politik, melainkan sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Publikasi Media Terjun Bebas, Sinergi Pemkab Blitar dan Pers Dipertanyakan
Namun, dalam konsolidasi besar di Kafe Ciprut, Karangsari, Sabtu (8/11) malam, ada isyarat kuat dari sang komandan: “Akhir tahun ini, kita tunggu komando!”
Komando Putra Sang Fajar kini memayungi berbagai elemen masyarakat. Tak hanya laki-laki, tetapi juga ribuan perempuan dari Senam Tera Indonesia (STI) yang menjadi sayap pergerakan ormas ini.
Pesertanya mencapai dua ribu lebih, berasal dari berbagai profesi: olahragawan, pedagang, guru, pengacara, petani, hingga aktivis sosial.
Baca Juga: Polemik SDN Tlogo 2 Blitar Jadi KDMP Bupati Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama
“Kita dulu berjuang memenangkan Mas Ibin tanpa kontrak politik. Fakta, kita punya koordinator di 22 kelurahan, bahkan sampai di tiap TPS ada kordinatornya. Dan alhamdulillah, Mas Ibin menang,”
ujar Heru Santoso penuh semangat saat orasi politiknya disambut tepuk tangan ratusan anggota yang hadir.
Meski banyak relawan merasa belum mendapat perhatian setelah kemenangan itu, Heru tetap menyerukan sikap loyal dan positif.
Baca Juga: Dibekukan PCNU, MWC Sutojayan Justru Banjir 1.000 Jamaah di Pengajian Ahad Pon!
“Kita tetap kawal program Mas Ibin. Beliau orang baik. Tanpa perjuangan relawan komando, belum tentu Mas Ibin bisa menang,” tegas Heru, disambut sorakan dan yel-yel “Satu Komando!” dari barisan pendukungnya.
Kini, arah gerak Komando bergeser ke jalur sosial. Dengan sistem gotong royong, para anggota rutin mengumpulkan donasi untuk kegiatan Bhakti Sosial dua kali sepekan.
Kegiatannya sederhana tapi konsisten — membagikan sembako kepada warga yang belum beruntung secara ekonomi.












