Example floating
Example floating
Peristiwa

Potensi Mallpraktek Program MBG, Ahli Gizi Telat Gaji dan Temuan Sayur Busuk di Dapur Gizi Anak

A. Daroini
×

Potensi Mallpraktek Program MBG, Ahli Gizi Telat Gaji dan Temuan Sayur Busuk di Dapur Gizi Anak

Sebarkan artikel ini
4 Potensi Mallpraktek Program MBG, Ahli Gizi Telat Gaji dan Temuan Sayur Busuk di Dapur Gizi Anak

Bau nasi yang seharusnya harum mengepul digantikan aroma yang kurang sedap di beberapa dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Niatan mulia program ini terancam oleh serangkaian masalah tata kelola yang jauh dari kata bergizi, mulai dari insentif staf yang tertunda hingga penyimpangan kualitas bahan baku yang fatal.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Laporan terbaru dari Ombudsman RI ibarat alarm yang membunyikan bahaya. Dalam temuan yang diungkap pada Selasa (30/9/2025), Ombudsman mencatat empat potensi maladministrasi yang menggerus akuntabilitas program, menuntut pemerintah untuk segera berbenah dan memprioritaskan kualitas di atas kuantitas.

Jeritan Ahli Gizi dan Relawan Lapangan

Masalah pertama langsung menyentuh aspek manusiawi: kesejahteraan staf inti. Di Bogor, ahli gizi dan akuntan yang dijanjikan honor Rp 5 juta per bulan harus menahan nafas karena pencairan honor baru terealisasi setelah tiga bulan. Kondisi ini, kata Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika, tentu saja memengaruhi motivasi kerja mereka.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Kisah serupa terjadi di Garut dan Bandung Barat. Relawan, yang jumlahnya mencapai 50 orang per Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengeluhkan beban kerja berat dari dapur hingga proses distribusi, namun kompensasi yang diterima belum sebanding.

Di Belitung, beban kerja bahkan jatuh ke pundak guru yang harus mengatur logistik tanpa insentif maupun fasilitas yang memadai.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Beras Medium dan Catatan Suhu yang Hilang

Pelanggaran prosedur pengadaan bahan makanan menjadi temuan paling mengkhawatirkan. Kontrak kerja menuntut bahan baku premium, namun realitas di lapangan berkata lain: