Example floating
Example floating
BLITAR

Sepadan Pantai Pasetran Gondo Mayit Blitar Diduga Diperjualbelikan, Warga Kaget: ‘Katanya Orang Kaya Kerja di Luar Negeri

Prawoto Sadewo
×

Sepadan Pantai Pasetran Gondo Mayit Blitar Diduga Diperjualbelikan, Warga Kaget: ‘Katanya Orang Kaya Kerja di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id

Indahnya panorama Pantai Pasir Putih Pasetran Gondo Mayit, Desa Tambak, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, kini tercoreng isu panas. Kawasan sepadan pantai yang masuk wilayah kelautan dan kehutanan itu diduga telah diperjualbelikan.

Baca Juga: Tak Mau Maju Lagi, Agus Zunaidi Buka Jalan Regenerasi di PPP Kota Blitar

Fakta di lapangan, di sisi timur pantai sudah berdiri plengsengan dari tumpukan bebatuan. Informasi yang dihimpun memo.co.id menyebutkan, pembangunan tersebut bukan sekadar penataan, melainkan bagian dari proses jual-beli lahan pantai yang kini jatuh ke tangan personal.

Pemerhati lingkungan hidup dari Universitas Brawijaya, Setya Nugroho, mengecam keras praktik ini.

Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029

“Kalau isu ini benar adanya, aparat penegak hukum dan dinas terkait wajib melakukan penyelidikan. Jual-beli kawasan bibir pantai jelas melanggar aturan. Kasus ini bisa jadi pelajaran agar oknum atau kelompok tertentu tidak seenaknya memperjualbelikan kawasan pesisir,” tegasnya, Senin (29/9/2025).

Sejumlah warga sekitar juga membenarkan adanya transaksi mencurigakan tersebut.

Baca Juga: Sunyi yang Setia: HUT ke-74 Baret Merah di Blitar Jadi Ruang Merawat Loyalitas dan Kedekatan dengan Rakyat

“Saya dengar yang bangun plengsengan ini memang beli tanah di sini, Pak. Tapi siapa yang menjualnya, saya kurang tahu. Katanya sih orang kaya yang kerja di luar negeri,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga lain menambahkan, praktik itu bahkan disamarkan dengan alasan pemekaran wilayah sungai atau muara.

“Itu katanya bukan dibangun, tapi dipisah lalu dijual. Sebelahnya juga ada sungai. Apa ada izinnya?” sindirnya dengan nada heran.