Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Cacing Keluar dari Hidung Balita, Kisah Tragis yang Menyoroti Sanitasi dan Penyakit di Daerah Terpencil

Alfi Fida
×

Cacing Keluar dari Hidung Balita, Kisah Tragis yang Menyoroti Sanitasi dan Penyakit di Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini
bayi digerogoti cacing

Sukabumi, Memo
Sebuah kisah tragis menyelimuti Kampung Padangenyang, Sukabumi. Seorang balita perempuan berinisial R, harus meregang nyawa setelah tubuhnya diserang infeksi cacing yang parah. Kisah pilu ini menjadi cerminan dari realitas kesehatan di daerah terpencil dan pentingnya kesadaran sanitasi.

Balita R dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syamsudin pada 13 Juli 2025. Ia sudah dalam kondisi tidak sadar sejak sehari sebelumnya. Dokter di IGD sempat dibuat bingung dengan penyebab penurunan kesadaran R, sampai sebuah momen mengejutkan terjadi.

“Saat di IGD, tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien. Dari situ, kita mulai menduga ada kaitannya dengan infeksi cacing,” jelas dr Irfan, Humas RSUD Syamsudin.

Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa R menderita askariasis, penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Infeksi ini terjadi ketika telur cacing tertelan dan berkembang biak di usus. Dr Irfan menjelaskan, larva cacing bisa menyebar melalui aliran darah ke organ-organ penting, bahkan otak, sehingga menyebabkan pasien tidak sadar.

Kondisi lingkungan tempat tinggal R diduga menjadi faktor utama. R dan keluarganya tinggal di rumah panggung dengan tanah terbuka di bawahnya, dan R sering bermain di tanah tanpa alas kaki.

“Itu memperbesar risiko infeksi,” kata dr Irfan.

Tragedi ini menjadi lebih kompleks karena R juga diduga menderita tuberkulosis meningitis, mengingat orang tuanya sedang dalam pengobatan TBC paru. Kombinasi infeksi cacing dan TBC ini membuat kondisi R semakin parah. Sayangnya, upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawa R. Kondisinya sudah terlalu kritis saat dibawa ke rumah sakit. R meninggal dunia pada 22 Juli 2025.

Kerabat korban, Edah, membenarkan bahwa ia menyaksikan langsung cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung R di ruang IGD. “Saya kira itu alat dari rumah sakit. Pas dilihat, utek-utekan itu cacing,” ujarnya.

Kisah R bukan hanya tentang kematian seorang balita, tetapi juga tentang pentingnya sanitasi, kondisi lingkungan, dan akses kesehatan di daerah terpencil.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini