Jombang, Memo
Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang mengalami kenaikan yang sangat drastic dalam beberapa pekan trakhir . Kenaikan ini disebabkan karena berkurangnya pasokan beras akibat gagal panen yang dialami oleh beberapa petani. Hal tersebut sangat berdampak pada pedagang kecil yang sangat bersandar pada bahan pokok.
“Sudah tiga harian ini naik. Pasokan dari petani kurang, karena cuaca masih belum tentu sebagian banyak yang gagal panen. Pembeli juga mulai berkurang karena harga makin mahal,” ujar Samsul,.
Ternyata, tidak hanya beras yang semakin naik namun bahan lainnya juga ikut naik drastic seperti minyak goreng dan beberapa bahan pokok lainnya.
Dampak dari melonjaknya harga dipasaran membuat beberapa pedagang risau dan khawatir karena pelanggan juga semakin sepi. Dampak kenaikan harga beras juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro seperti Reren, pemilik usaha kuliner rumahan di Kecamatan Diwek, Jombang.
Beberapa pelaku usaha seperti Catering, warung makan dan toko kelontong juga sangat terdampak lonjakan harga yang derastis juga mengurangi laba atau keuntungan yang semakin menipis. Sedangkan para penjual tidak bisa meningkatkan serta-merta harga, namun biaya produksi yang tinggi dan tenaga yang di keluarkan tetap sama.
Harapan para Masyarakat, pedagang serta petani agar pemerintah mengambil langkah untuk melakukan intervensi terhadap kenaikan harga yang terjadi.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












