Example floating
Example floating
Peristiwa

Tulungagung Didera Bencana, Talut Jembatan Brenggolo Runtuh Diterjang Badai

A. Daroini
×

Tulungagung Didera Bencana, Talut Jembatan Brenggolo Runtuh Diterjang Badai

Sebarkan artikel ini

Tulungagung, Memo |
Kabar duka kembali menyelimuti Kabupaten Tulungagung tatkala alam menunjukkan kekuatannya. Sebuah insiden serius terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo, di mana talut penahan Jembatan Brenggolo dilaporkan ambrol secara signifikan setelah wilayah tersebut dihantam hujan lebat tanpa henti pada Selasa malam.

Kejadian nahas ini sontak melumpuhkan mobilitas warga. Akses utama melalui jembatan terpaksa ditutup total oleh penduduk setempat, memaksa mereka memutar otak mencari jalan alternatif demi melanjutkan aktivitas sehari-hari. Dampak kerusakan infrastruktur ini jelas mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi menghambat perekonomian lokal.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Gilang Zelakusuma, memaparkan kronologi kejadian. Menurutnya, guyuran hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah Tulungagung sejak pukul 12 siang pada Rabu (13/5). Hujan yang tak kunjung reda baru menunjukkan penurunan intensitas sekitar pukul 9 malam.

Durasi hujan ekstrem yang mencapai kurang lebih sembilan jam tersebut rupanya menjadi biang keladi amblesnya talut Jembatan Brenggolo di Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagian badan jalan di sisi timur jembatan turut tergerus, menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali. Situasi ini memaksa para pengendara mencari rute lain yang tentunya lebih jauh dan memakan waktu.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Titik amblesnya talut ini berada di sisi timur jembatan, dan imbasnya sebagian badan jalan ikut tertarik longsor setelah terjangan hujan deras kemarin,” jelas Gilang Zelakusuma kepada awak media pada Rabu (14/5), seraya menunjukkan keprihatinannya atas musibah ini.

Lebih lanjut, Gilang mengungkapkan dimensi kerusakan talut yang cukup mencengangkan. “Kondisi talut saat ini ambles dengan kedalaman mencapai tujuh meter dan lebar yang sama, yaitu tujuh meter,” imbuhnya. Kerusakan parah ini mengindikasikan betapa dahsyatnya terjangan air hujan terhadap konstruksi jembatan.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Pihak BPBD Tulungagung kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan assessment lebih lanjut dan mengambil langkah-langkah penanganan darurat. Evakuasi dan penyiapan jalur alternatif menjadi prioritas utama untuk meminimalkan dampak bagi masyarakat. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.