MEMO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memimpin langsung pengiriman bantuan tahap ketiga untuk para korban gempa bumi di Myanmar. Pengiriman ini dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (3/4/2025).
Aksi ini merupakan wujud nyata solidaritas Indonesia terhadap negara-negara anggota ASEAN, serta bagian dari peran aktif Indonesia dalam upaya penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.
“Kami memohon doa agar tim yang diberangkatkan selalu dalam perlindungan dan mampu menjalankan tugas misi kemanusiaan di Myanmar dengan baik,” ungkap Pratikno.
Pratikno menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Dari hasil rapat tersebut, ditetapkan strategi mengenai mekanisme bantuan, termasuk pengiriman Tim Urban Search and Rescue (USAR).
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Bantuan yang kami kirimkan hari ini adalah tahap ketiga. Tahap pertama telah diberangkatkan pada hari Senin lalu, disusul tahap kedua pada hari Selasa dengan dua kloter,” jelasnya.
Sebelumnya, tim pendahulu telah diturunkan pada Senin (31/3/2025) untuk melakukan asesmen awal. Kemudian, pada Selasa (1/4/2025), tim pengiriman USAR dan personel TNI berjumlah 73 orang diberangkatkan untuk melaksanakan operasi penyelamatan.
Pratikno memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam pengiriman bantuan ini, termasuk kementerian dan lembaga terkait, serta jajaran TNI/Polri yang turut mendukung kelancaran proses ini.
Sebagai informasi, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Sagaing Mandalay, Myanmar, pada Jumat (28/3/2025). Guncangan tersebut dirasakan hingga ke India, Bangladesh, Thailand, dan Tiongkok, dan diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo.












