Example floating
Example floating
Olahraga

PBSI Terapkan Aturan Promosi Degradasi Super Ketat, Pemain Senior Terancam

Avatar
×

PBSI Terapkan Aturan Promosi Degradasi Super Ketat, Pemain Senior Terancam

Sebarkan artikel ini

Perubahan besar terjadi di tubuh Pelatnas PBSI! Sebuah sistem promosi dan degradasi terbaru kini diterapkan dengan aturan yang lebih ketat dan tidak lagi terikat pada periode waktu tertentu seperti sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendongkrak prestasi bulutangkis Indonesia di kancah internasional.

Kini, setiap atlet akan dinilai berdasarkan performa mereka di turnamen internasional, perkembangan teknik yang mereka tunjukkan, serta aspek fisik dan data pendukung relevan lainnya. Penilaian ini akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi tim pelatih dalam mengambil keputusan terkait promosi dan degradasi atlet.

Baca Juga: Erick Thohir Beri Peringatan Keras! Meski Menang Telak, Garuda Muda Jangan Lengah

“Setiap atlet akan terus dipantau performanya, pencapaian prestasi mereka di turnamen BWF dan multievent, perkembangan kemajuan dari segi teknik, kondisi fisik, serta data-data pendukung lainnya. Semua ini akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih untuk mengambil keputusan,” tegas Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, pada hari Sabtu (29/3/2015).

Sistem yang lebih ketat ini diharapkan dapat mempercepat proses regenerasi pemain muda di Pelatnas. Dengan aturan baru ini, para talenta muda berbakat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk tampil dan bersaing di turnamen internasional.

Baca Juga: Strategi Matang Jelang Lawan Persik PSIM Siap Turunkan Bek Baru Demi Amankan Tiga Poin di Kandang Sendiri Tahun 2026

Dalam rangka menyosialisasikan aturan baru ini, Eng Hian menggelar pertemuan dengan para pemain senior dan Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan masukan dari para pemain senior serta memastikan kenyamanan mereka selama berada di Pelatnas.

“Para pemain senior ini memiliki masa bermain yang relatif tidak panjang. Oleh karena itu, mereka harus memiliki komitmen yang tinggi selama berada di Pelatnas dan memaksimalkan waktu yang ada untuk meraih prestasi terbaik,” ujar Eng Hian.

Baca Juga: Sanksi Berat Deltras Sidoarjo dan Persela Lamongan Didenda Jutaan Rupiah oleh Komdis PSSI Akibat Pelanggaran Disiplin di Liga 2 2026

Lebih lanjut, Eng Hian juga menyampaikan bahwa mekanisme bagi pemain yang berkarir di luar Pelatnas masih dalam tahap pengkajian. Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan tanpa memandang status atlet di dalam maupun di luar Pelatnas.

“Intinya, kami tidak membedakan apakah atlet tersebut berada di Pelatnas atau di luar Pelatnas. Yang terpenting adalah atlet tersebut merupakan anggota PBSI yang membela dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” pungkas Eng Hian, menutup pembicaraan.