Example floating
Example floating
Peristiwa

AgriPOS: Inovasi PT Pos Indonesia Jaga Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadhan

Avatar
×

AgriPOS: Inovasi PT Pos Indonesia Jaga Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini

MEMO – PT Pos Indonesia berkolaborasi dengan beberapa BUMN Pangan, seperti Bulog dan ID Food, untuk mendistribusikan pangan dengan harga terjangkau. Pemerintah menunjuk PT Pos sebagai jalur distribusi utama, bertujuan untuk memperluas akses pangan murah hingga ke pelosok desa.

Menurut Tata Sugiarta, Corporate Secretary PT Pos Indonesia, dalam wawancaranya dengan PRO3 RRI, Kamis (27/2/2025), “Pemerintah memanfaatkan potensi kantor pos sebagai saluran distribusi pangan untuk menstabilkan harga, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.” Program ini diharapkan dapat memastikan distribusi pangan berjalan merata ke seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Lebih dari 3.000 kantor pos akan terlibat dalam program ini, meski penerapan distribusinya dilakukan secara bertahap. Tata menambahkan, “Ini adalah tantangan baru bagi PT Pos, karena selama ini kami hanya fokus pada pengiriman barang, bukan penjualan pangan.”

Target distribusi pangan yang diharapkan tercapai adalah 26.000 ton dari lima komoditas pangan utama selama bulan Ramadhan dan Tahun Baru 2025. Meskipun PT Pos tidak memiliki target penjualan yang pasti, namun fokus utama mereka adalah memperluas jangkauan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Program ini juga melibatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dengan RT dan RW, untuk memastikan informasi tentang distribusi pangan sampai ke masyarakat. Pembelian bahan pangan di kantor pos akan diatur menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mencegah terjadinya transaksi ganda dalam satu hari untuk komoditas yang sama.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi PT Pos adalah beradaptasi dengan peran baru mereka dalam menjaga stok dan menjual pangan. Pasalnya, kantor pos selama ini tidak dirancang untuk menjadi toko, sehingga perlu ada penyesuaian dalam hal tata letak dan penyimpanan barang.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Namun, meski menghadapi berbagai tantangan, PT Pos melihat program ini sebagai kesempatan untuk memperluas kompetensi mereka. Dengan adanya gudang penyimpanan di sebagian besar kantor pos, penyimpanan stok pangan tidak lagi menjadi kendala.

Program distribusi pangan ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk melibatkan PT Pos dalam stabilisasi pangan nasional. Gerai distribusi pangan ini diberi nama AgriPOS, yang kini telah memiliki logo resmi sebagai identitasnya.

Jika program ini berhasil, AgriPOS akan terus berkembang dan berpotensi menjadi gerai pangan rakyat. Masyarakat dapat membeli bahan pangan di kantor pos sebagai alternatif pasar tradisional untuk menjaga kestabilan harga pangan di seluruh Indonesia.