Example floating
Example floating
Daerah

Ini Cara Orang Sakti di Pasuruan ; Potong Alat Vital Bocah SD

A. Daroini
×

Ini Cara Orang Sakti di Pasuruan ; Potong Alat Vital Bocah SD

Sebarkan artikel ini
Ingin menjadi orang sakti memotong alat vital bocah SD
Ingin menjadi orang sakti memotong alat vital bocah SD

Pasuruan, Memo.co.id

Alih alih sebagai orang sakti, Yanto (35) pemuda Prigen Pasuruan , berhasil meyakinkan warga di Pasuruan sebagai
orang sakti beneran. Pasalnya, dia berhasil menunjukkan anak hilang yang selama ini dicari orangtuanya. Ternyata,
anak SD yang hilang itu ditemukan dalam keadaan sudah tewas mengenaskan. Namun, Yanto harus berurusan dengan
polisi. Pasalnya, dia sendirilah yang melenyapkan anak SD tersebut, dengan cara memotong alat vitalnya.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Kisah Yanto bukan kisah seorang dukun sakti. Pasalnya, untuk menjadi sakti, dia harus memtotong alat vital anak
kecil. Karuan saja, pemuda tersebut harus berurusan dengan polisi. ” Kami sudha mengamankan dia ke Mapolres untuk
dimintai keterangan,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Khoirul Hidayat. Yanto ditangkap polisi pada hari
Sabtu, 31 Desember 2016, kemarin.

Menurut informasi yang diperoleh Memo, sebelum polisi embekuk Yanto, warga beramai ramai mencari bocah SD yang
hilang. Keluarga anak SD tersebut kesulitan mencari anaknya yang tidak kunjung pulang ke rumah. Keluarga tersebut
tinggal di Prigen Pasuruan. Ketika tetangga kanan kiri kebingungan mencari anak SD yang hilang itu, Yanto ( 35)
warga Prigen Pasuruan bergaya dukun sakti membacakan mantra dengan menggerakan tangannya.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk

Kemudian, Yanto menunjukka arah keberadaan anak SED yang hilang tersebut. Keluarga korban dan tetangga kanan kiri
juga percaya dengan kemampuan Yanto menunjukkan anak yang hilang. Apalagi, setelah Yanto bergaya sebagai orang
sakti. Setelah menuruti perkataan Yanto, keluarga anak SD yang hilang itu berhasil menemukan anaknya yang hilang.
Namun, ketika ditemukan sudah dalam kondisi menjadi mayat dan dalam kondisi mengenaskan.

“Waktu itu gayanya seperti dukun. Ia juga sempat ikut melakukan pencarian di mana posisi keponakan saya ini.
Bahkan, pelaku ini juga sempat melakukan ritual segala macam,” ucap Paini, salah seorang bibi korban.
Petugas di POlres Pasuruan, menangkap Yanto karena dia sendirilah yang membunuh bocah SD tersebut dan
membuangnya. Yanto memperdayai bocah SD Prigen tersebut dengan cara memotong alat vitalnya kemudian membuang ke
jurang di sekitar Prigen Pasuruan. Yanto sendiri setelah diperiksa dan ditangkap polisi langsung dikiri ke Rumah
Sakit Jiwa Lawang. POlisi terpaksa mebawa ke RSJ Lawang untuk memeriksakan kejiwaannya.

Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan

“Yang mendasari kami membawanya ke RSJ, ialah karena diduga pelaku mengidap gangguan jiwa. Sebab pada saat kami
periksa, jawabannya selalu ngelantur,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Khoirul Hidayat, Sabtu
(31/12/2016). Kendati demikian, polisi masih terus mendalami kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Yanto
tersebut. “Untuk motifnya apa masih kami dalami,” imbuhnya.( ed )