Harga minyak dunia turun lebih dari US$1 per barel di awal pekan lalu, mengundang perhatian para pelaku pasar. Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS merosot, menciptakan kekhawatiran di kalangan analis.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya harapan akan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Venezuela yang dapat mengurangi sanksi terhadap ekspor minyak mentah Venezuela. Artikel ini akan membahas dampak potensi kesepakatan tersebut pada harga minyak dunia dan bagaimana perang Palestina-Israel turut memengaruhi pasar minyak.
Penurunan Harga Minyak Dunia dan Dampak Kesepakatan Eksport Venezuela
Harga minyak dunia merosot lebih dari US$1 per barel di awal pekan lalu, seperti yang dilansir oleh Reuters. Harga minyak mentah berjangka Brent akhirnya ditutup pada kisaran US$89,65 per barel, mengalami penurunan sebesar US$1,24 atau sekitar 1,4 persen.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun sebesar US$1,03 atau sekitar 1,2 persen, mencapai angka US$86,66 per barel.
Penurunan harga minyak ini dihubungkan dengan meningkatnya ekspektasi terkait potensi kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela untuk mengurangi sanksi yang telah diberlakukan terhadap ekspor minyak mentah Venezuela.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional












