Example floating
Example floating
Agro

Green House Dengan Tanaman 1.038 Melon Emas, Dipanen Khofifah Indar Parawansa

A. Daroini
×

Green House Dengan Tanaman 1.038 Melon Emas, Dipanen Khofifah Indar Parawansa

Sebarkan artikel ini
Green House Dengan Tanaman Seribu Lebih Melon Emas, Dipanen Khofifah Inda Parawansa

Memo Surabaya
Green house dengan tenaman melon emas terdiri dari tiga varietas, dipanen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Green house berukuran 11 X 26 meter berada di Area Urban Farming , berada di kompleks Masjid Al Akbar, Surabaya. Sebanyak 1.038 buah melon emas sedang dipanen.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur memanen buah melon emas yang dibudidayakan di pekarangan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Baca Juga: Tanaman Ajaib Ini Bikin Wangi dan Usir Serangga Indonesia Jagoannya

“Ini sungguh inovasi yang kreatif dari pengelola Masjid Al-Akbar untuk memanfaatkan potensi lahan kosong di sekitarnya,” tuturnya, Sabtu (12/11/2022) dikutip Antara.

Menurut keterangan tertulis, dalam kesempatan itu pula Gubernur Khofifah sekaligus meresmikan “Green House” dengan lahan seluas 11 x 26 meter yang berada di Area Urban Farming Masjid Nasional Al-Akbar, Kota Surabaya.

Baca Juga: Meski Masa Angkutan Nataru Berakhir, KAI Daop 7 Madiun Tetap Sediakan Diskon Tiket 30 Persen Masih Hingga 10 Januari 2026

Saat ini, Green House tersebut ditanami 1.038 melon emas dengan tiga varietas, yakni varietas Inthanon RZ yang fisiknya luarnya kuning ada net dalam hijau, varietas Alisha panah merah yang fisik luarnya kuning polos serta bagian dalam oranye dan varietas Ranggipo RZ yang fisik luarnya hijau bergaris ada net.

Ketiga jenis variatas melon emas itu kini sedang dalam masa panen setelah ditanam sekitar 70 hari yang lalu.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berhasil Tangkap Pelaku Pencuri Baut Rel di Blitar, Humas : Ini Kejahatan Serius

Tidak hanya memanen, Khofifah juga mencicipi langsung buah dari tiga varietas melon emas tersebut.
“Ketiganya terasa begitu manis,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur itu pun menyampaikan bahwa budi daya melon emas yang dilakukan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya bisa menjadi contoh bagaimana mengembangkan sektor agrikultur modern di lahan terbatas.

“Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat bagaimana kita bisa menanam berbagai tanaman holtikultura berbasis milenial. Termasuk mencoba menanam di pekarangan rumah kita. Tidak harus melon, bisa cabai atau tomat,” pungkasnya.