Example floating
Example floating
Humaniora

Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 450-550 Ribu

A. Daroini
×

Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 450-550 Ribu

Sebarkan artikel ini
Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat
Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat

– Penetapan tarif swab test PCR mandiri di Indonesia dengan batas tertinggi Rp900 ribu menuai keluhan masyarakat. Terlebih pemerintah telah menetapkan hasil tes swab PCR sebagai persyaratan seseorang yang hendak bepergian keluar kota.

Keluhan terutama muncul karena penetapan harga oleh Kementerian Kesehatan itu dianggap lebih mahal dibandingkan negara dengan perekonomian yang tak berbeda jauh dari Indonesia. India misalnya memasang tarif PCR seharga Rp96 ribu.

Baca Juga: 9 Tahun Puji Puji, Sebulan Caci Maki Jokowi, Dahlan Iskan ; " Langit dan Bumi Seperti Terbalik"

Menanggapi kritikan tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan penetapan tarif PCR dalam Surat Edaran sudah melalui konsultasi dengan sejumlah pihak terkait. Konsultasi juga melibatkan auditor.

” Jadi Kementerian Kesehatan tidak melakukan penetapan sendiri, sama seperti penetapan HET (Harga Eceran Tertinggi) obat,” ujar Nadia, dikutip dari PMJ News.

Baca Juga: Viral ! Jokowi Curhat Ditinggal Pendukungnya, Jelang Lengser ; Datang dan Pergi Rame rame

Meski demikian, Nadia menyatakan Kemenkes terbuka pada semua masukan, Evaluasi bisa saja dilakukan jika memang dipandang perlu.

” Prinsipnya kami terbuka untuk berbagai masukan, juga bila perlu dilakukan evaluasi tentang harga PCR ini,” kata dia.

Baca Juga: Dari Blitar Berprestasi, Kini Muklisin Buka Babak Baru Kolaborasi di Banyuwangi