Example floating
Example floating
Daerah

Warga Pegunungan Kendeng Tolak Berdirinya Pabrik Semen

A. Daroini
×

Warga Pegunungan Kendeng Tolak Berdirinya Pabrik Semen

Sebarkan artikel ini

demo di pati

Pati, Memo.co.id –
Jumat 20/05/16, hari kebangkitan nasional seiring Perjuangan Aksi JMPPK (jaringan masyarakat peduli pegunungan kenceng) menolak berdirinya pabrik semen terus mengobar memadati halaman DPRD Pati. dari aksi jalan kaki 20 km dengan obor terdiri dari 2000 jumlah warga turun dijalan serta menginap di Alun-alun Kota Pati. Pada pkl.12.00 wib tiba dialun alun Pati dan menggelar doa bersama.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Aksi long march, Jumat (20/5) pagi mendatangi Kantor DPRD Pati. warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) disambut lansung oleh anggota Komisi C DPRD Pati. Puluhan perwakilan pendemo akhirnya menggelar audensi bersama pukul 06.30 WIB di Ruang Paripurna.
Ketua JMPPK, Gunretno menyatakan maksud kedatangan mereka untuk mendorong revisi Perda No. 5 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW). Pihaknya berharap Pati Selatan dikembalikan sebagai kawasan pertanian serta pariwisata bukan untuk pendirian pabrik semen.

“Ini sebagai upaya jemput bola dari masyarakat jelang revisi Perda RTRW.
Polemik ini kan sudah terjadi sejak 2007,Pati selatan ditetapkan sebagai kawasan pertanian dan pariwisata, namun yang kian mencuap dipermukaan pati selatan berubah menjadi kawasan industri dan pertambangan tanpa ada sosialisasi,” terangnya.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Bidikan kawasan industri dan pertambangan pada tahun 2011, banyak data lingkungan yang dihilangkan.tambahnya

“Jika didata secara jujur, banyak sumber mata air di Pati selatan yang bisa menjadi dasar untuk mengembalikan wilayah selatan sebagai wilayah pertanian.dan sumber mata air dari gunung kenceng ,” imbuhnya.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Masih Tersedia!! Daop 7 Madiun Beri Diskon Klas Eksekutif Saat Arus Balik Lebaran H+5

Ketua Komisi C DPRD Pati Awi menyambut baik masukan dari warga Kendeng tersebut, aspirasi dari warga akan tetap diperjuangkan dalam revisi Perda RTRW nantinya.

“Kami berterima kasih atas kedatangan warga yang peduli dengan kelestarian, Namun yang perlu diketahui saat ini draf revisi Raperda masih berada di Bappeda,” tuturnya.

Komisi c, Awi juga menyampaikan, untuk merevisi Perda harus mengacu pada aturan diatasnya seperti Pergub dan Permen ESDM RI.
“Perda disusun mengacu dengan aturan Selama tidak bertentangan pada aturan yang tertera akan tetap kami diperjuangkan. Namun, jika bertentangan kami juga tidak bisa apa-apa,” terangnya.

bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016 ribuan warga JMPPK (jaringan masyarakat peduli gunung kendeng) yakni Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo menggelar aksi long march sejauh 20 kilometer. Mengambil start dihalaman Makam Nyai Ageng Ngerang Tambakromo.

Semangat ribuan massa JMPPk tersebut mengakhiri perjalanan aksinya di Alun-alun Kota Pati.‎ (Pw)