Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Daerah

Harga Bawang Merah Tinggi , KPPU Terjun Sidak

A. Daroini
×

Harga Bawang Merah Tinggi , KPPU Terjun Sidak

Sebarkan artikel ini

_20160509_230454
NGANJUK, Memo.co.id
Kenaikan harga komoditas bawang merah sejak dua bulan terkahir ini pada level atas yaitu sebesar Rp 37 ribu perkilogram (kg) dinilai sangat tidak rasional. Pasalnya pasokan bawang merah skala nasional pada tahun 2016 tergolong surplus alias tidak mengalami kelangkaan barang . Hal itu seperti dikatakan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar besar di Sukomoro Nganjuk kemarin ( 9/5 ) bersama rombongan dari Dinas Perdagangan Jawa Timur .

Kepada sejumlah wartawan Syarkawi Rauf menegaskan tercatat pada tahun 2015 dan tahun 2016 pasokan bawang merah skala nasional masih tergolong aman. Itu dikarenakan perbandingan hasil produksi dengan angka konsumsi masyarakat masih surplus. Artinya pada tahun itu indonesia tidak mengalami kelangkaan bawang merah . Sesuai data yang dimiliki KPPU , pada tahun 2015 hasil produksi skala nasional mencapai 1,2 juta ton bawang merah . Sementara nilai konsumsinya jauh dibawah produksi yaitu hanya sebesar 975 ribu ton . Itu artinya pada tahun itu angka surplusnya mencapai 225 ribu ton .

Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Sedangkan pada tahun 2016 tercatat angka produksi bawang merah sedikit menurun menjadi 1,1 juta ton . Sementara untuk kebutuhan konsumsi masyarakat justru naik menjadi 1 juta ton . Meskipun demikian pasokan bawang merah masih ditingkat aman karena masih ada surplus 100 ribu ton .

Dengan sensus pasar yang dilakukan oleh KPPU seperti itu justru lebih lanjut dikatakan dia kenapa harga bawang merah dipasaran tidak bisa terkontrol dan semakin tinggi pada akhirnya sangat memberatkan konsumen. ” KPPU akan melakukan tour sidak kesejumlah pusat penghasil bawang merah di Jawa Timur mencari faktor penyebab terjadinya lonjakan harga bawang merah ,” tandasnya kemarin.

Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri

Catatan awal KPPU masih dikatakan dia , faktor penyebab meroketnya harga bawang merah karena minimnya hasil produksi petani lokal , sehingga para pedagang besar mayoritas mendatangkan bawang merah dari luar jawa seperti Bima dan Sulawesi dengan harga perkilogramnya sudah mencapai Rp 31 ribu . Sehingga para pedagang lokal di Kabupaten Nganjuk menjual lagi ke tingkat distributor otomatis dengan harga lebih tinggi yaitu antara Rp 35 sampai 37 ribu perkilogram . ” Kondisi ini adalah salah satu faktor penyebab terjadinya lonjakan harga bawang merah dipasaran ,” lanjutnya.

Faktor penyebab lainya disampaikan juga oleh dia bisa saja karena unsur kenakalan pedagang besar dalam hal ini para tengkulak yang sengaja menimbun bawang merah dan akan menjual pada moment pada saat stok bawang merah langka .” Hal ini akan kami monitor terus ,” jelasnya juga.

Baca Juga: Askot PSSI Kota Kediri Halal Bil Halal!! Tomy Ari Wibowo Minta Sinergi Bareng Bangkitkan Sepakbola di Kota Tahu

Ditanya sejumlah wartawan langkah apa yang diambil KPPU untuk menyelamatkan harga bawang merah petani pada saat musim panen raya pada dua bulan kedepan tepatnya di bulan Agustus . Dengan tegas disampaikan Syarkawi Rauf dalam hal ini pemerintah baik Kementrian Pertanian dan Perdagangan harus melibatkan bulog sebagai penyangga hasil panen petani . Jadi pada saat panen raya hasil penen petani harus terserap masuk bulog . Hal ini untuk mengantisipasi permainan harga ditingkat tengkulak. ” Bulog harus bisa menyerap hasil panen petani ,” pungkasnya .

Sementara dikatakan Suwarni salah satu pedagang besar di pasar bawang merah Sukomoro kepada wartawan mengatakan sejak dua bulan terakhir ini banyak pedagang dengan terpaksa mendatangkan bawang merah dari Berbes , Demak , Yuana dan Bima alasanya karena stok barang di Nganjuk sudah kosong. ” Karena belum panen raya pedagang sudah kehilangan barang dan terpaksa harus beli di luar Nganjuk dengan harga Rp 29 ribu perkilonya ,” katanya.(ADI/DHANY)