Example floating
Example floating
Infobis

Diterpa Pandemi, Bisnisnya Bangkrut, Kini Jualan Sembako Fress Food

Avatar
×

Diterpa Pandemi, Bisnisnya Bangkrut, Kini Jualan Sembako Fress Food

Sebarkan artikel ini
Diterpa Pandemi Covid, Bisnis Bangkrut, Kini Mulai Bisnis Sembako dan Lauk Segar
Diterpa Pandemi Covid, Bisnis Bangkrut, Kini Mulai Bisnis Sembako dan Lauk Segar

Kudus, Memo
Diterpa pandemi bisnisnya bangkrut. Kini bangkit lagi dengan jualan Sembako dan makanan Fress Food. Pandemi Covid, merubah tatanan usaha kecil menengah. Resa Desiana, ( 32 tahun ) pemilik Bakso King, sejak wabah corona masuk Indonesia, pendapatan Bakso King terus merosot.

Ada titik dimana, penghasilannya, tidak cukup membeli bahan menntah bakso. Gerai bakso itu bajgkrut diterjang masa pandemi covid.

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

Berada di Jalan Kudus– Jepara, tepatnya selatan lampu merah Yakis, Garunglor Kec Kaliwungu,Kudus terlihat bangunan semi permanen beratap galvalum. Di bagian depan, terbentang tulisan Bakso balungan dan mie ayam ceker. Tempat tersebut, awalnya gerai Bakso King yang sudah tutup, imbas dari pandemi covid.

“ Semenjak ada corona omzet Bakso King turun menerus. Kemudian bangkrut. Dengan terpaksa aku menutup seluruh warung bakso yang ku memiliki,” ucap wanita itu.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Warga Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus itu mengaku sempat memiliki 8 warung bakso yang tersebar di Kudus, Demak, serta Jepara. Semuanya gulung tikar , kala virus Covid- 19 , menjadi pandemi di Indonesia.

“ Dampaknya, saya banyak hutang di bank. Saya stress, serta nangis terus. Bahkan, sempat menutup diri dari pergaulan, dan rendah diri bertemu orang,” urai Resa.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Tetapi, katanya lagi, saat menutup diri dan merenung, dia kasihan dengan karyawannya. Jika ia yang memiliki usaha dapat terimbas, apalagi karyawannya, yang selama ini tergantung pada bisnisnya. Semenjak seperti itu Resa mulai berfikiran buat merintis usaha lagi.