Bondowoso, Memo
Kenaikan harga cabe di beberapa wilayah di Jawa Timur, dipengaruhi beberapa faktor. Selain ketersediaan produk, faktor yang menjadi kendala karena cuaca. Cuaca buruk menyebabkan ketersediaan cabai berkurang. Begitu juga yang terjadi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, harga cabe cukup tinggi, menacai Rp. 125 ribu/ kg.
Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, Totok Haryanto mengatakan, Senin (22/3), produksi cabe di musim hujanakin berkurang sehingga membuat harga meroket itupun juga didominasi dari luar kota karena ketersediaan cabe makin berkurang. Harga cabe rawit di Bondowoso dalam sepekan ini.mencapai Rp 125 Ribu per kilogram karena faktor cuaca.
Baca Juga: Stok LPG 3 Kg Aman Masyarakat Besuki Jangan Panic Buying Jelang Ramadhan
“Produksi cabe melunjak karena yang pasti faktor cuaca sangat mempengaruhi produksi cabe. jadinya wakar bila harga cabe meroket” katanya. Dikatakan juga, cuaca yang terjadi, cukup lama, lebih dari satu musim.
Menurutnya sesuai dengan hasil monitoring Diskoperindag, mulai awal.bulan Maret harga cabe rawit di Bondowoso berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu per kilogram. Sebelum.ada lonjakannharga harga cabe berkisar Rp 40 ribu per kilogram.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Totok menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya untuk mengontrol harga dengan memantau harga di pasar-pasar ,serta komunikasi dengan para kelompok tani cabai.
“Dari petani keluhannya kalau musim hujan menanam cabe sangat lesu sekali. Walaupun harga naik, tapi mereka tidak berani menanam. Sebab, tingkat pertumbuhannya kecil sekali,” jelasnya.(edo Memo)












