Kendari, Memo.co.id
Lima puluh anak usia anak SD, SMP hingga SMA, mengonsumsi pil halusinasi dan men jadi korban pil PCC tersebut. Perinstiwa di Kendari Sulawesi Tenggara, menjadi presiden buruk terhadap peredaran narkoba di tanah air.
“Para korban ini mengalami gejala kelainan seperti orang tidak waras, mengamuk, berontak, ngomong tidak karuan setelah mengkonsumsi obat yang mengandung zat berbahaya itu, sehingga sebagian harus diikat,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Murniati, di Kendari
Murniati menambahkan, menurut pengakuan korban yang sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, ia mendapatkan pil tersebut dari orang tak dikenal. “Obat itu ada yang dalam bentuk cair dan juga dalam bentuk tablet. Yang cair dicampur ke dalam minuman.”
Kabag Sumda Polres Kolaka Kompol Nuzul Sukendar mengatakan korban mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang tukang parkir di Mall Rabam Kendari.