Example floating
Example floating
UMKM

80 Pelaku UMKM Kota Kediri Difasilitasi Pemkot Kediri Untuk Menjadi Suplayer di Toko Modern

A. Daroini
×

80 Pelaku UMKM Kota Kediri Difasilitasi Pemkot Kediri Untuk Menjadi Suplayer di Toko Modern

Sebarkan artikel ini
80 Pelaku UMKM Kota Kediri Difasilitasi Pemkot Kediri Untuk Menjadi Suplayer di Toko Modern

Kediri, Memo
Sekitar 80 pelaku UMKM di Kota Kediri mendatangi kegiatan kurasi awal dalam rangka Fasilitasi Kemitraan di antara UMKM di Kota Kediri dengan Toko Modern dalam Program Pusaka (Produk UMKM Asli Kota Kediri).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Edi Darmasto, akui ke-8 puluh UMKM itu sebagai UMKM opsi dari dinas tehnis yang terbagi dalam: Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, dan Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Baca Juga: Dari Dapur Rumah Raup Rupiah, Kisah Inspiratif Pengusaha Seblak di Papua Barat

Dianya menerangkan aktivitas yang berjalan di Ruangan Kilisuci Pemerintah kota Kediri itu penting dilaksanakan buat ketahui kecocokan proses produksi, bahan baku, product knowledge, paket, sampai harga produk; ketahui ada kekuatan peningkatan produk; dan pastikan kehadiran tiap produk mempunyai standard kualitas dan kelaikan untuk customer.

Lewat proses kurasi ini, DPMPTSP Kota Kediri akan mengirim contoh produk dan data pendukung ke toko modern yang sudah berpartner.

Baca Juga: Ratusan Ribu UMKM Kantongi Sertifikasi SNI di Awal Tahun 2025

“Semestinya mereka meminta kelengkapan UMKM disertakan dimulai dari: NIB, PIRT, sertifikat halal, tetapi kami kerjakan perundingan untuk mempermudah pelaku UMKM. Kelak jika sudah dipastikan bisa lolos baru kami kirimkan kelengkapannya,” ungkapkan Edi.

Dijumpai, di tahun 2022, Pemerintah kota Kediri sudah lakukan kerja sama dengan beragam toko modern, diantaranya: Alfamart, Alfa Midi, Indomaret, Hypermart.

Baca Juga:   Hasil Sidak Mendadak Tinjau Pasar Larangan Khofifah Temukan Harga Komoditas Bahan Pokok Di Atas HET Dan Minta Satgas Pangan Segera Bertindak

“Untuk Hypermart dan Alfa Midi tidak ada Pusaka, selanjutnya yang telah jalankan program Pusaka satu tahun tetapi perlu tambahan yakni Alfamart dan Indomaret,” jelasnya. Supaya sukses tembus toko modern, Edi menyampaikan produk UMKM perlu memberikan info paket, misalnya: PIRT, simbol halal, gramasi, dan tanggal kedaluwarsa.

“Yang telah turut melakukan kemitraan di tahun kemarin yakni Alfamart dan Indomaret. Sepanjang berpartner, produk yang masuk ke mereka tidak ada penilaian baik dari sisi omset, packaging, penjualan. Hingga kami dapat mengontak mereka supaya tahun ini dapat lakukan tambahan produk,” tutur Edi.

Saat ini terdaftar 80 % toko modern di Kota Kediri sudah merajut kerja sama dengan Pemerintah kota Kediri. Pihaknya menarget tahun ini semua toko modern bisa melakukan program Pusaka.

Buat capai sasaran itu, Pemerintah kota Kediri sudah memutuskan peraturan yang mengharuskan toko modern pasarkan produk UMKM Kota Kediri. Ketentuan itu tercantum pada Ketentuan Walikota Kediri Nomor 28 Tahun 2021 Mengenai Dasar Penerapan Kemitraan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern dengan Usaha Kecil.

“Ini telah kami wajibkan untuk semua toko modern. Jadi untuk yang tidak jalankan program ini dapat disebutkan menyalahi ketentuan. Kami yakinkan ini akan jalan selama-lamanya dalam makna sepanjang toko modern ini bekerja,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Dewi, Pemilik Kingkres akui sepanjang 3 tahun bekerja bersama dengan Indomaret tanggapan customer lebih positif. Menurut dia, dengan berpartner dengan toko modern karena itu produk Kingkres dapat dekat sama customer.

“Saya suka karena orang jika ingin membeli menjadi lebih mudah. Agar dapat masih tetap berada di toko modern kami terus lengkapi hal pemberian izin karena hal pemberian izin penting,” sebut Dewi. Dia mengharap supaya produk Kingkres makin dikenali dan makin gampang dicapai customer.