MEMO – Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap kekayaan biodiversitas Indonesia. Dalam kunjungannya ke Kebun Raya Bogor (KRB) yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (13/2/2025), Wang menyatakan bahwa keanekaragaman hayati Indonesia adalah aset luar biasa yang harus dijaga dan dikembangkan bersama
“Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Ini adalah aset berharga yang harus dilindungi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Dubes Wang.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Ia juga menegaskan bahwa Tiongkok siap memperkuat kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam riset biodiversitas yang telah berjalan melalui kolaborasi BRIN dan Chinese Academy of Science.
Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) BRIN, Andes Hamuraby Rozak, yang menemani Dubes Wang dalam kunjungan ke koleksi anggrek dan Nepenthes (kantong semar) di Kebun Raya Bogor, menyatakan bahwa kerja sama riset ini sangat penting untuk melindungi dan mengembangkan biodiversitas Indonesia.
Tiga program riset kolaboratif BRIN yang sedang berjalan:
Biologi Struktur Biomolekul Biodiversitas – Fokus pada penelitian biomolekul dari flora dan fauna Indonesia
Ekspedisi Biodiversitas Terestrial – Penelitian eksploratif ke wilayah-wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi
Banana for Food – Kajian mendalam tentang potensi pisang sebagai sumber pangan masa depan
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas penelitian, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bisa bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat,” ujar Andes.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Selain aspek penelitian, kunjungan Dubes Wang juga diharapkan dapat memperluas kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok dalam penguatan infrastruktur riset dan inovasi.
Direktur Penguatan dan Kemitraan Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Joannes Ekaprasetya Tandjung, menyambut positif kunjungan ini.
“Kami merasa terhormat, setelah sekian lama akhirnya kembali menerima kunjungan diplomatik dari Dubes Tiongkok. Ini momentum penting untuk memperkuat kerja sama dalam riset dan inovasi,” kata Joannes.
Ia menambahkan bahwa BRIN kini dikelola melalui kemitraan dengan swasta, termasuk Mitra Natura Raya, yang telah banyak berkontribusi dalam pengembangan Kebun Raya Bogor.
“Kami berharap kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama dengan industri dan sektor swasta, terutama dalam pengadaan alat-alat penelitian di laboratorium BRIN, termasuk di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong,” imbuhnya.












