NGANJUK, MEMO – Aksi tanam pisang di ruas jalan rusak kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Kali ini giliran warga Dusun Tempel Desa /Kecamatan Ngrongot melakukan aksi serupa yaitu menanam pisang di sepanjang jalan desa sejauh 1,5 kilometer pada siang hari ini ( Senin,6/04/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Darlam aksi unjuk rasa secara spontanitas itu tidak hanya melibatkan kelompok pemuda saja. Namun para emak emak dan tokoh masyarakat kompak ikut turun ke jalan.
Baca Juga: Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya....
” Warga yang terlibat dalam unjuk rasa hari ini berasal dari dua RW. Yaitu RW 9 dan RW 10 . Untuk jumlah pohon pisang yang ditanam di jalan kisaran ada 100 batang pohon,” ujar Sukari selaku Ketua RT 5 RW 10 Dusun Tempel.

Dijelaskan juga oleh Sukari bahwa bentuk aksi unjuk rasa warga selain tanam ratusan pohon pisang juga menggelar aksi gogo iwak lele yang ditabur di kobangan jalan.
Menurut Sukari aksi itu adalah bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa setempat. Karena sejak 6 tahun berjalan, jalan penghubung antar desa itu remuk dan sering diusulkan namun tidak mendapat tanggapan.
” Setiap tahun anggaran rutin diusulkan lewat musyawarah dusun ( Musdus ) atau lewat reses dewan. Namun sampai sekarang tidak ada realisasinya. Hal itu yang memicu warga action turun ke jalan,” tegas Sukari.













