MEMO – Dompet Dhuafa, melalui Disaster Management Center (DMC), menggelar pelatihan khusus untuk meningkatkan pemahaman para relawan terkait langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi bencana. Pelatihan ini bertujuan membekali relawan dengan keterampilan dan pengetahuan yang lebih terarah dalam situasi darurat.
Acara yang berlangsung di kawasan Gunung Bunder, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digelar selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Desember 2024. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 relawan dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam jaringan Dompet Dhuafa.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
“Kita bersama-sama mencoba meningkatkan kualitas dalam menghadapi kegawatdaruratan saat bencana. Ini juga menjadi momen untuk menyegarkan kembali pemahaman dan keterampilan yang kita miliki, termasuk saya pribadi,” ujar Shofa Qudus, General Manager Program DMC Dompet Dhuafa.
Pelatihan ini mencakup berbagai materi yang disampaikan dalam format kelas bergerak, mulai dari dasar-dasar kerelawanan hingga komunikasi kebencanaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang asesmen kegawatdaruratan, penggunaan peralatan darurat, serta sosialisasi konsep seperti “Satuan Pendidikan Aman Bencana,” “Masjid Tangguh Bencana,” dan pendekatan inklusi sosial.
Tidak hanya teori, pelatihan ini juga menitikberatkan pada praktik langsung, seperti cara menangani kecelakaan awal, langkah-langkah penanganan patah tulang, hingga prosedur penyelamatan dalam bencana air maupun bencana urban. Relawan diajarkan menangani situasi seperti korsleting listrik, kebocoran gas, serta evakuasi korban dari bangunan runtuh.












