“Meski ada tim dari Bali yang tidak bisa hadir, total peserta tetap mencapai 200. Ini membuktikan animo pembalap sangat tinggi. Terima kasih atas dukungan luar biasa dari pihak kepolisian dan pemkab,” kata Hendra.
Selain menjadi hiburan rakyat, event ini memberikan dampak nyata pada perputaran ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM hingga industri perhotelan. “Tingkat hunian hotel penuh, pelaku UMKM di sekitar venue juga panen rezeki,” tambahnya.
Ke depan, IMI Bondowoso berharap pemerintah daerah dapat membangun sirkuit permanen sebagai sarana latihan dan pembinaan bagi para pebalap muda. Menurut Hendra, arena resmi seperti itu penting agar bakat-bakat jalanan bisa diarahkan ke jalur legal.
“Kami siap membina generasi muda yang ingin menyalurkan hobi balap motor secara benar. Jangan di jalan raya, tapi bergabunglah di arena resmi,” tegasnya.












