MEMO – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki sebuah gagasan menarik, yakni menjadikan Yogyakarta sebagai pusat penelitian dan pengembangan di bidang kebencanaan atau yang mereka sebut sebagai Laboratorium Bencana. Ide ini muncul didasari oleh fakta bahwa Yogyakarta memiliki catatan sejarah panjang dalam menghadapi berbagai bencana alam, mulai dari gempa bumi hingga erupsi gunung berapi.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait usulan tersebut. Menurutnya, Yogyakarta memiliki keunggulan berupa infrastruktur riset yang memadai serta masyarakat yang kaya akan kearifan lokal dalam menghadapi bencana.
Baca Juga: Fenomena Lubang Amblas Gemparkan Warga, Pakar Geologi UGM Beberkan Ini
Dengan menjadikan Yogyakarta sebagai Laboratorium Bencana, diharapkan kebijakan-kebijakan terkait mitigasi bencana dapat menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Kebijakan ini nantinya akan didasarkan pada hasil penelitian yang komprehensif, sehingga dapat diterapkan untuk penanggulangan bencana baik di tingkat regional maupun nasional.
“Mitigasi bencana tidak hanya melulu soal pembangunan infrastruktur dan penerapan teknologi canggih, tetapi juga tentang peningkatan kesadaran masyarakat serta semangat gotong royong yang kuat,” ujar KH Maman dengan penuh semangat. Ia menambahkan bahwa kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Yogyakarta harus menjadi bagian integral dari upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Kiai Maman juga menyoroti bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki pengalaman yang kaya dan panjang dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Hal ini menjadikan DIY sebagai lokasi yang ideal untuk menjadi pusat riset dan pembelajaran bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia yang juga rawan bencana.












