Example floating
Example floating
Home

Warga Desa Kohod Terintimidasi! Lahan Diserobot, Diduga Ada Pemerasan oleh Oknum

Avatar
×

Warga Desa Kohod Terintimidasi! Lahan Diserobot, Diduga Ada Pemerasan oleh Oknum

Sebarkan artikel ini

MEMO – Warga Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, melaporkan dugaan intimidasi, penyerobotan lahan, dan pemerasan yang mereka alami akibat pembangunan di wilayah mereka yang dilakukan oleh pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Namun, meskipun berbagai laporan telah diajukan dan sejumlah pertemuan mediasi dengan lembaga negara telah dilakukan, hingga kini belum ada langkah konkret untuk melindungi hak-hak masyarakat Desa Kohod.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

“Kami sudah menyampaikan permasalahan ini sejak Agustus 2024, bukan hanya ke satu lembaga atau institusi, tetapi ke berbagai pihak. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang berpihak kepada warga,” ungkap Henri Kusuma, kuasa hukum warga Desa Kohod, pada Kamis (27/2/2025).

Dalam aduan yang disampaikan, warga menyoroti tiga masalah utama yang mereka hadapi, yaitu:

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

  1. Pembangunan pagar laut yang berdampak pada akses warga.
  2. Relokasi ilegal tanpa dasar hukum yang memaksa warga pindah tanpa kejelasan.
  3. Dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Kepala Desa Kohod, Arsin.

Henri menegaskan bahwa hingga kini pemerintah daerah belum menunjukkan keberpihakan kepada warganya yang terdampak. “Tidak ada tindak lanjut nyata dari Pemda untuk melindungi warga yang mengalami intimidasi dan kehilangan lahan mereka,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam laporan Citizen Lawsuit yang diajukan, warga tidak menuntut ganti rugi secara material, tetapi meminta agar Presiden turun tangan menyelesaikan permasalahan ini secara hukum dan keadilan sosial.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer