Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Warga Dan Pedagang Geruduk Kantor SPPG Bandar Lor Kediri Karena Dugaan Penipuan

A. Daroini
×

Warga Dan Pedagang Geruduk Kantor SPPG Bandar Lor Kediri Karena Dugaan Penipuan

Sebarkan artikel ini
Warga Dan Pedagang Geruduk Kantor SPPG Bandar Lor Kediri Karena Dugaan Penipuan

Mediasi yang berlangsung di dalam kantor berjalan cukup alot. Perwakilan warga bersikeras meminta pengembalian dana secara utuh (refund), sementara pihak perusahaan memberikan berbagai alasan terkait kendala operasional yang mereka hadapi.

Hingga sore hari, massa masih bertahan di sekitar lokasi untuk menunggu hasil keputusan yang pasti. Mereka mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Spirit Baru Wali Kota Kediri Resmikan Masjid Jami Abi Saroni di UIN Syekh Wasil Diharapkan Jadi Pusat Peradaban Kampus dan Moderasi Beragama

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi publik di Kediri, mengingat sektor pembiayaan dan gadai merupakan instrumen sensitif yang bersentuhan langsung dengan arus kas pedagang kecil.

Banyak pihak berharap agar instansi terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga turun tangan untuk memeriksa legalitas dan praktik bisnis yang dijalankan oleh unit usaha tersebut guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak di masa depan.

Baca Juga: Vinanda Prameswati Jenguk Petugas Damkar Kediri Korban Tawon

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih berupaya memfasilitasi pertemuan lanjutan antara warga dan manajemen SPPG Bandar Lor. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai tawaran kerja sama bisnis yang menjanjikan keuntungan instan namun minim transparansi.

Kepastian hukum atas nasib dana para pedagang kini berada di tangan pihak berwenang yang tengah mendalami laporan dugaan penipuan tersebut.

Baca Juga: Bupati Kediri Salurkan Ratusan Alat Mesin Pertanian Modern Guna Dongkrak Produktivitas Petani

FAQ

Warga dan pedagang merasa tertipu oleh janji-janji bisnis dan investasi yang ditawarkan perusahaan namun tidak terealisasi.

Mayoritas korban adalah pedagang lokal dan warga sekitar kawasan Bandar Lor, Kota Kediri.

Polisi melakukan pengamanan ketat di lokasi untuk mencegah kericuhan dan memfasilitasi mediasi antara warga dengan pihak manajemen.

Massa menuntut pengembalian uang mereka secara utuh dan transparansi mengenai kejelasan bisnis yang mereka ikuti.