Example floating
Example floating
Jatim

Wanita Ajaib, Dikabarkan Mati Ditabrak Kereta Api Hidup Lagi, Ternyata Ini Faktanya

A. Daroini
×

Wanita Ajaib, Dikabarkan Mati Ditabrak Kereta Api Hidup Lagi, Ternyata Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Wanita Ajaib, Dikabarkan Mati Ditabrak Kereta Api Hidup Lagi, Ternyata Ini Faktanya

Blitar, Memo
Ini tergolong wanita ajaib. Kabar seorang wanita ditabrak kereta api Gajayana, tiba tiba berubah menjadi cerita horor. Ada orang mati bisa hidup kembali.

Memang, sebelumnya sudah beredar luas, korban ditabrak kereta api, meninggal dunia. Apalagi, Polres Blitar, yang melakukan evakuasi juga menyatakan korban meninggal dunia.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Tidak lama berselang, kabar berubah. Wanita yang jadi korban tabrak kereta api itu, hidup kembali. Setelah beberapa waktu dibawa ke RSUD , tenaga medis di rumah sakit itu, menemukan tanda tanda nadi bergerak.

Padahal, sejak dibawa masuk ke rumah sakit tersebut, korban dalam kondisi sudah tidak bernafas.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Mengetahui, aga pergerakan darah dan nafas, petugas medis bergegas melakukan penyelamatan dengan sigap dan cepat. Tim menjalan SOP pasien, yang sudah dalam keadaan koma.

Akhirnya, diperoleh informasi bahwa wanita yang jadi korban tabrak kereta itu, hidup. Kesehatannya, mulai memulih.

Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

Di Blitar, kabar tersebut berubah menjadi kabar horor. Wanita sudah dinyatakan mati hidup kembali. Padahal, menurut keterangan petugas Unit Laka Polres Blitar dan pihak RSUD Blitar, korban bisa diselamatkan, setelah selama di TKP hingga di rumah sakit, dalam kondisi sudah tidak bernafas.

Wanita Ajaib, Dikabarkan Mati Ditabrak Kereta Api Hidup Lagi, Ternyata Ini Faktanya

Seorang wanita warga Desa Tegalrejo, Selopuro, Blitar tertabrak KA Gajayana saat sedang jogging. Usai tabrakan itu tubuhnya berada di kolong kereta.

Warga dan polisi yang melakukan evakuasi sempat mengira perempuan itu telah tewas. Namun ketika dibawa ke rumah sakit, ternyata masih hidup.

Wanita itu adalah Sugiati (36) warga Desa Tegalrejo Kecamatan Selopuro, Blitar. Kini ia menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi.

“Iya benar masih dirawat oleh tim medis. Kondisinya sadar tapi saat ini masih diobservasi,” ujarnya kepada detikJatim, Senin (14/11/2022).

Kakak korban Bambang mengatakan kondisi korban sudah mulai membaik sejak sadar. Korban juga sudah bersedia untuk makan dan minum.

“Saya datang belum sadar, tapi nggak lama begitu saya pegang dahinya mulai sadar. Dari situ langsung diperiksa sama tim medis. Alhamdulillah sudah mulai membaik,” katanya.

Wakil Direktur Pelayanan RS Ngudi Waluyo Wlingi dr Deny Christianto membenarkan bahwa Sugiati dirawat di RS tempat dia bekerja.

Ia menjelaskan bahwa wanita itu sekarang sudah dalam keadaan sadar namun masih menjalani proses observasi dan perawatan.

“Iya benar masih dirawat oleh tim medis. Kondisinya sadar tapi saat ini masih diobservasi,” ujarnya kepada detikJatim, Senin (14/11/2022).

Kakak korban Bambang mengatakan kondisi korban sudah mulai membaik sejak sadar. Korban juga sudah bersedia untuk makan dan minum.

“Saya datang belum sadar, tapi nggak lama begitu saya pegang dahinya mulai sadar. Dari situ langsung diperiksa sama tim medis. Alhamdulillah sudah mulai membaik,” katanya.

Deny selaku Wadir Pelayanan RS Ngudi Waluyo Wlingi menyebutkan korban tidak hanya mengalami luka di kepala, tapi juga di beberapa bagian tubuhnya.

“Masih kami observasi cedera di kepalanya. Kondisi masih dalam perawatan tim medis,” jelasnya.

Kanit Laka Polres Blitar, Ipda Heri Irianto meralat soal wanita tewas tertabrak KA Gajayana saat joging Senin (14/11/2022) pagi. Semula polisi menyebut korban tewas di lokasi, namun terungkap bahwa korban masih hidup.

Heri menjelaskan, saat dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo, korban diketahui sudah tidak bernafas. Pihaknya kemudian menyatakan korban telah meninggal di rumah sakit.

Namun ternyata upaya dari pihak rumah sakit saat menangani korban membuahkan hasil. Sebab korban ternyata kembali bernafas dan siuman dari kondisi kritis.

“Ternyata korban siuman dan bahkan informasinya sudah membaik. Padahal saat di lokasi dalam keadaan tidak ada gerakan dan tidak ada nafas,” ujar Heri .