Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Wali Kota Kediri Bocorkan Strategi Jitu Mewujudkan Pemerintahan Bersih Idaman Warga

A. Daroini
×

Wali Kota Kediri Bocorkan Strategi Jitu Mewujudkan Pemerintahan Bersih Idaman Warga

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kediri Bocorkan Strategi Jitu Mewujudkan Pemerintahan Bersih Idaman Warga

Memo, hari ini

Terungkap sebuah visi penting dari orang nomor satu di Kota Kediri. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara tegas menyatakan bahwa kunci utama bagi sebuah pemerintahan yang dipercaya, adil, dan benar-benar bersih terletak pada satu pilar fundamental:integritas.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kediri, Peresmian Jalan Stasiun dan 2.000 Porsi Pecel Gratis

Pernyataan ini menjadi sorotan dalam sebuah Sosialisasi Antikorupsi bertema “Upaya Peningkatan Capaian Indeks Monitoring Controlling Surveillance For Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025” yang diselenggarakan di Ruang Kilisuci Grand Surya Hotel Kediri, Selasa (1/7/2025).

Bagi Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda Prameswati, pencegahan korupsi bukan sekadar hitam dan putihnya hukum atau benar dan salah. Lebih dari itu, ia menekankan bahwa persoalan ini terkait erat dengan **budaya organisasi**, kekuatan sistem yang terbangun, serta sikap mental setiap individu di dalamnya.

Baca Juga: Suap Perangkat Desa Kediri, 25 Kades dan 22 Camat Dikonfrontir, Beri Keterangan Palsu Terancam Pidana

“Angka capaian MCSP, saya ingin tekankan, bukan sekadar nilai di atas kertas,” ujarnya penuh penekanan, “tapi merupakan indikator nyata seberapa baik sistem tata kelola pemerintahan kita berjalan, seberapa transparan setiap keputusan yang kita ambil, seberapa akuntabel setiap layanan yang kita berikan, dan seberapa besar komitmen kita semua dalam menjaga kepercayaan masyarakat.”

Wanita yang memimpin Kota Kediri ini juga secara khusus menyoroti bobot **Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024**.

Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita

Menurutnya, hasil survei ini adalah gambaran langsung dari persepsi publik terhadap kinerja aparaturnya. Angka SPI, baginya, bukanlah sekadar data statis; melainkan sebuah “cermin” untuk introspeksi diri dan “lonceng alarm” yang terus-menerus mengingatkan untuk memperbaiki setiap proses birokrasi, menutup celah-celah potensi penyimpangan, serta memperkokoh etos kerja yang berlandaskan kejujuran dan profesionalisme tinggi.

Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan responsif adalah fondasi mutlak untuk menciptakan Kota Kediri yang senantiasa tertib, aman, tenteram, nyaman, dan bahagia.

Ini adalah semangat yang sejalan dengan Misi Keempat Kota Kediri, yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Inovatif, Responsif dan Berintegritas”. Sebuah komitmen yang dicanangkan untuk masa depan kota.

“Memang bukan jalan yang mudah,” akunya, “tetapi jika impian kita adalah membawa Kota Kediri menjadi daerah yang maju, bebas dari praktik kotor, dan dicintai oleh masyarakatnya, maka integritas adalah satu-satunya fondasi yang kokoh.”

Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah pemerintahan tidak dibangun di atas manipulasi atau kepentingan pribadi, melainkan pada kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tak tergoyahkan.

Vinanda menambahkan, Pemerintah Kota Kediri tidak boleh hanya sekadar “terlihat baik” di atas tumpukan dokumen resmi. Mereka harus benar-benar “bermartabat di hati masyarakat.” “Saya tidak hanya menginginkan Kota Kediri tampak hebat di atas kertas. Saya ingin Kota Kediri bersemayam dalam hati masyarakat,” pungkasnya penuh harap.

“Karena itu, mari kita manfaatkan hasil MCSP dan SPI sebagai pemicu untuk perbaikan tanpa henti. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dari sudut ruang kerja kita, dan dari setiap sistem yang kita bangun bersama. Saya mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya sekadar berbicara tentang antikorupsi, tetapi benar-benar menjadi teladan nyata dalam setiap tindakan. Bukan hanya dalam kerangka program dan dokumen, tetapi dalam setiap keputusan kecil sehari-hari yang kita ambil.”

Puncak acara sosialisasi ini ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas. Prosesi penting ini dilakukan oleh jajaran Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat se-Kota Kediri, hingga Direktur BUMD dan BLUD. Seluruh penandatanganan disaksikan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha.

Sederet tokoh penting turut meramaikan acara ini, termasuk Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, para narasumber dari Tim SPI Direktorat Monitoring Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Fachruddin Putra dan Sukardi Arifin, serta Chairman Airlangga Institute For Learning And Growth (AILG) Eko Supeno. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif dalam menjaga integritas di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.