Kediri, Memo – Menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H, Polres Kediri menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama Operasi Ketupat Semeru 2025. Pertemuan yang dilaksanakan di Aula Wicaksana Laghawa Polres Kediri pada Selasa (18/3) ini menyatukan berbagai pihak terkait, termasuk jajaran Forkopimda dan instansi vital lainnya.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, turut hadir bersama Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, Kepala Jasa Raharja, Kepala Sencom, Ketua Banser, serta Kepala OPD terkait Kabupaten Kediri. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan suasana Ramadan dan Idul Fitri yang aman, kondusif, dan lancar.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kediri, Peresmian Jalan Stasiun dan 2.000 Porsi Pecel Gratis
Fokus utama pengamanan mencakup tempat ibadah, pusat perbelanjaan, jalur transportasi, dan destinasi wisata. Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas menjadi prioritas utama, terutama di Simpang Tiga Mengkreng yang dikenal rawan kemacetan.
Meskipun jalan tol telah beroperasi, rekayasa lalu lintas dan penyediaan jalur alternatif tetap vital untuk mengurai kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik. Perhatian khusus juga diberikan pada perlintasan kereta api tanpa palang pintu guna mencegah kecelakaan fatal.
Baca Juga: Hakim Tipikor Perintahkan Camat Papar dan Purwoasri Kembalikan Uang Suap Perangkat Desa Kediri
Sebanyak 525 personel akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2025 untuk mengamankan berbagai pos pengamanan dan pelayanan di wilayah strategis seperti Pospam Terminal, SLG, Papar, Mengkreng, dan Kandangan. Tak hanya itu, pemeriksaan angkutan umum dan tes kesehatan bagi para sopir juga akan dilakukan demi memastikan keselamatan para penumpang.
Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf Ragil Jaka Utama, menegaskan kesiapan penuh TNI dengan 1.600 personel yang siap mendukung kepolisian dan pemerintah daerah. Mereka siap menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari kemacetan, aksi terorisme, kelangkaan bahan pokok, konflik buruh, penyalahgunaan narkoba, hingga gesekan antarperguruan silat.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas demi kelancaran dan keamanan mudik, khususnya di jalan raya dan perlintasan kereta api. Selain itu, BPBD juga diinstruksikan untuk selalu siaga dalam menghadapi kemungkinan bencana alam, dengan dukungan penuh dari TNI dan Polri, demi menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Kediri. (Adv/Kominfo)












