Example floating
Example floating
Birokrasi

Wacana Pilkada Tidak Langsung: Hemat Anggaran atau Cederai Demokrasi

Avatar
×

Wacana Pilkada Tidak Langsung: Hemat Anggaran atau Cederai Demokrasi

Sebarkan artikel ini

Jufri menyoroti aspek lain yang menjadi kelebihan dari pilkada tidak langsung, yaitu efisiensi anggaran. Menurutnya, pilkada langsung yang selama ini dijalankan memerlukan dana yang sangat besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

“Dana besar yang digunakan untuk pilkada langsung lebih baik digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti memperbaiki sistem pendidikan dan layanan kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengusulkan agar mekanisme pemilihan kepala daerah dialihkan menjadi tanggung jawab DPRD. Usulan ini didasarkan pada tingginya biaya yang diperlukan untuk melaksanakan pilkada langsung, yang bisa mencapai triliunan rupiah. Ia menyarankan agar anggaran tersebut lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur, seperti fasilitas pendidikan dan jaringan irigasi.

Wacana ini terus memicu diskusi, dengan sejumlah pihak mendukung efisiensi yang ditawarkan, sementara lainnya mempertanyakan dampaknya terhadap demokrasi langsung.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri