MEMO, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI telah memastikan bahwa kasus infeksi Virus Oz melalui kutu belum ditemukan di Indonesia. Virus ini dapat menyebabkan peradangan pada otak yang berpotensi fatal bagi manusia.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi informasi terkini tentang Virus Oz, termasuk gejala yang muncul, cara penularannya, dan penemuan-penemuan terbaru yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan institusi kesehatan lainnya.
Mari kita simak dengan seksama agar kita dapat memahami virus ini dengan lebih baik dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Virus Oz: Sifat Zoonosis dan Kemungkinan Penularan melalui Kutu
Kementerian Kesehatan RI memastikan bahwa kasus infeksi Virus Oz melalui kutu belum ditemukan di Indonesia. Virus Oz dapat menyebabkan peradangan pada otak yang berakibat fatal bagi manusia.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Virus Oz adalah anggota baru dari Genus Thogotovirus. Virus ini pertama kali diisolasi dari tiga nimfa kutu Amblyomma Testudinarium di Prefektur Ehime, Jepang pada tahun 2018.
“Dalam hal ini, belum ada (kasus akibat Virus Oz) yang ditemukan di Indonesia,” kata Maxi Rein Rondonuwu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, saat diwawancarai oleh wartawan pada Senin (26/6/2023).
Baca Juga: Kejari Kota Kediri Mutasi, Theresia Tri Widorini Geser Berganti Rivo Chandra Makarupa
Maxi menjelaskan bahwa pasien yang terinfeksi Virus Oz akan mengalami demam yang tidak lazim. Demam tersebut disebabkan oleh gigitan kutu Amblyomma Testudinarium.
“Diagnosis dilakukan sebagai diagnosis banding untuk gejala demam yang penyebabnya tidak diketahui. Jika ada riwayat gigitan kutu, diagnosis dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium virologi menggunakan metode ELISA,” ucap Maxi.
Perhatian! Gejala dan Dampak Virus Oz pada Tubuh Manusia
Perlu diketahui bahwa Virus Oz bersifat zoonosis, yaitu dapat ditularkan melalui hewan. Biasanya, virus ini ditularkan melalui hewan liar seperti monyet, rusa, dan tikus kepada manusia.
Ketika Thogotovirus menginfeksi tubuh manusia, dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis), demam, pneumonia, dan bahkan kematian. Namun, sampai saat ini cara penularannya ke manusia masih belum diketahui dengan pasti.
Saat ini, dugaan sementara adalah bahwa Virus Oz kemungkinan ditularkan melalui gigitan kutu. Maxi juga menyebutkan informasi dari NIID Tokyo.












