Tanpa ragu, Bupati Bengkulu Selatan itu langsung merebahkan tubuhnya di tengah dua kasur busa berseprei biru yang telah disatukan. Setelah berguling sebentar untuk merasakan kenyamanan ranjang barunya, Rifat pun mengacungkan jempolnya sambil berkata, “Aman.”
Momen ini sontak menjadi viral dan mengundang tawa di media sosial, menunjukkan sisi lain dari para pemimpin daerah di luar tugas resminya.
Agenda Retreat Kepala Daerah Jilid II: Fokus dan Dinamika Partisipasi
Sebagai informasi, retreat kepala daerah gelombang kedua ini berlangsung selama lima hari, mulai dari 22 Juni 2025 hingga 26 Juni 2025. Acara ini diikuti oleh 86 kepala daerah dari total 93 yang terdaftar. Tujuh kepala daerah tidak dapat mengikuti agenda penting ini.
Enam di antaranya telah mengajukan permohonan ketidakhadiran karena alasan kesehatan, sementara satu kepala daerah, yaitu Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, berhalangan karena ibunya meninggal dunia.
Terlepas dari momen-momen ringan seperti “modifikasi ranjang” yang dilakukan Bupati Rifat, retreat ini menjadi forum penting bagi para pemimpin daerah untuk berdiskusi, menyelaraskan visi, dan merumuskan strategi pembangunan daerah demi kemajuan Indonesia.












