Memo, hari ini
Sebuah momen tak terduga terekam dalam inspeksi mendadak (sidak) Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya di lokasi retreat kepala daerah jilid II. Di antara kamar-kamar para pemimpin daerah, Bima Arya dibuat terkejut dengan “terobosan” unik yang dilakukan oleh salah satu peserta.
Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi
Adalah Bupati Bengkulu Selatan, Rifat Tajudin, yang berhasil mencuri perhatian karena kreativitasnya dalam menciptakan kenyamanan tidur yang “ekstra luas”!
Rifat Tajudin, Bupati dengan ‘Ranjang Custom’ Spesial
Dalam video yang diunggah di akun TikTok resmi @bimaarya.official, dan diakses Kompas.com pada Rabu (25/6/2025), terlihat Bima Arya berbaju hitam sedang mendengarkan penjelasan dari Rifat Tajudin.
Sang Bupati dengan bangga menunjukkan “inovasinya”: dua ranjang besi yang diikat menjadi satu menggunakan tali kain. Tujuannya sederhana namun cerdik: agar ranjang tersebut tidak bergeser saat ditiduri, sekaligus memberikan ruang istirahat yang lebih lega untuk menampung badannya.
“Istimewa! Saya ini edisi khusus disatuin (ranjangnya),” kata Rifat sembari tersenyum lebar kepada Bima Arya. Ekspresi Wakil Mendagri yang tampak terkejut bercampur geli ini menjadi sorotan warganet.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Uji Coba Langsung: Ranjang Ganda ‘Made In Bupati’ Lulus Uji!
Penasaran dengan “terobosan” tersebut, Bima Arya langsung meminta Rifat untuk menjajal ranjang yang sudah dimodifikasi itu. “Nah coba tidur,” perintah Bima Arya.
Tanpa ragu, Bupati Bengkulu Selatan itu langsung merebahkan tubuhnya di tengah dua kasur busa berseprei biru yang telah disatukan. Setelah berguling sebentar untuk merasakan kenyamanan ranjang barunya, Rifat pun mengacungkan jempolnya sambil berkata, “Aman.”
Momen ini sontak menjadi viral dan mengundang tawa di media sosial, menunjukkan sisi lain dari para pemimpin daerah di luar tugas resminya.
Agenda Retreat Kepala Daerah Jilid II: Fokus dan Dinamika Partisipasi
Sebagai informasi, retreat kepala daerah gelombang kedua ini berlangsung selama lima hari, mulai dari 22 Juni 2025 hingga 26 Juni 2025. Acara ini diikuti oleh 86 kepala daerah dari total 93 yang terdaftar. Tujuh kepala daerah tidak dapat mengikuti agenda penting ini.
Enam di antaranya telah mengajukan permohonan ketidakhadiran karena alasan kesehatan, sementara satu kepala daerah, yaitu Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, berhalangan karena ibunya meninggal dunia.
Terlepas dari momen-momen ringan seperti “modifikasi ranjang” yang dilakukan Bupati Rifat, retreat ini menjadi forum penting bagi para pemimpin daerah untuk berdiskusi, menyelaraskan visi, dan merumuskan strategi pembangunan daerah demi kemajuan Indonesia.












