MEMO – Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang baru saja berlalu seringkali membawa konsekuensi yang kurang menyenangkan bagi sebagian besar masyarakat, yaitu peningkatan berat badan. Kondisi ini tak jarang memicu berbagai permasalahan kesehatan yang perlu diwaspadai. Para ahli menilai bahwa konsumsi berlebihan berbagai hidangan khas Lebaran yang kaya akan gula, gorengan, santan, olahan tepung, serta camilan tinggi MSG menjadi faktor utama pemicu kenaikan berat badan tersebut.
Praktisi Kesehatan Masyarakat, Ngabila Salama, mengungkapkan bahwa kondisi peningkatan berat badan pasca Lebaran ini dapat meningkatkan risiko terpapar penyakit menular seperti batuk dan demam berdarah. Kedua jenis penyakit ini sangat rentan dipengaruhi oleh perubahan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Lebaran Bisa Bikin Sakit! Ini Tips Jaga Makan Biar Gak Kebablasan!
Lebih lanjut, Ngabila Salama juga mengingatkan bahwa masyarakat berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan yang lebih serius seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes (kadar gula darah tinggi). Ia menambahkan bahwa kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
“Sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan senantiasa menjaga pola makan yang sehat dengan membatasi asupan gula, garam, dan lemak,” tegasnya pada hari Jumat (4/4/2025).
Baca Juga: Jus Sayuran Ini Ampuh Kontrol Gula Darah
Selain menjaga pola makan, Ngabila Salama juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan diri sebagai bagian penting dari upaya pencegahan berbagai penyakit. Ia menyarankan masyarakat untuk mengadopsi prinsip “CERDIK” dalam menjalani pola hidup yang mengutamakan kesehatan.
Prinsip “CERDIK” sendiri merupakan akronim dari serangkaian anjuran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, meliputi:
Baca Juga: Cuci Darah Makin Banyak! Ginjal Terancam Gaya Hidup Modern, Dokter: "Yuk, Hidup Sehat
Cek kesehatan secara berkala, yang meliputi pemantauan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah.
Enyahkan asap rokok, sebagai upaya untuk menghindari berbagai dampak buruk yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok.
Rajin melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga secara teratur minimal 30 menit setiap hari, sebanyak 3 hingga 5 kali dalam seminggu.
Diet sehat dan seimbang, dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran setidaknya 5 porsi setiap harinya.
Istirahat yang cukup, dengan memastikan tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam.
Kelola stres, melalui berbagai cara yang positif seperti berdoa, melakukan relaksasi, berekreasi, dan senantiasa berpikir positif.
Ngabila Salama juga menyoroti pentingnya melakukan pengawasan terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT), terutama pada anak-anak, sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya obesitas sejak usia dini.
Imbauan ini ditekankan sebagai langkah pencegahan agar dampak negatif dari pola makan yang berlebihan selama perayaan Lebaran dapat diminimalkan. Dengan demikian, diharapkan risiko penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, dapat dikendalikan dengan lebih baik di tengah masyarakat.












