Example floating
Example floating
DaerahPeristiwa

Unusa Resmi Buka 2 PPDS Baru Demi Percepatan Rasio Dokter Spesialis Nasional 2026

A. Daroini
×

Unusa Resmi Buka 2 PPDS Baru Demi Percepatan Rasio Dokter Spesialis Nasional 2026

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id, SURABAYA – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan kedokteran Jawa Timur seiring dengan diterbitkannya izin resmi bagi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya untuk memperluas jenjang pendidikannya. Kini, Unusa resmi buka 2 PPDS baru yang difokuskan pada bidang Spesialis Ilmu Penyakit Dalam dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Langkah progresif ini diambil sebagai respons cepat terhadap instruksi pemerintah dalam mengejar ketertinggalan jumlah dokter spesialis di tanah air. Dengan fasilitas medis yang mumpuni dan jaringan rumah sakit pendidikan yang luas, Unusa siap menjadi garda terdepan dalam mencetak klinisi andal yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.

Langkah Strategis Unusa Resmi Buka 2 PPDS Baru

Solusi Kelangkaan Dokter Spesialis di Indonesia Kesenjangan rasio antara jumlah penduduk dan ketersediaan dokter spesialis masih menjadi rapor merah bagi sistem kesehatan nasional. Data kementerian terkait menunjukkan bahwa distribusi dokter ahli masih terpusat di kota-kota besar, sementara wilayah perifer seringkali mengalami kekosongan pelayanan. Menyadari urgensi tersebut, Unusa resmi buka 2 PPDS baru sebagai bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama dalam memperkuat ketahanan kesehatan bangsa.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Bus Indorent Jakarta Malang Terguling di Tol Ngawi Pramugari Tewas dan 32 Penumpang Luka Akibat Kecelakaan Tunggal

Kehadiran prodi Spesialis Ilmu Penyakit Dalam dan Spesialis Obgyn dipilih karena kedua bidang ini merupakan pilar utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta penanganan penyakit degeneratif yang kian meningkat. Dengan menambah kuota pendidikan spesialis, Unusa berharap dapat membantu pemerintah mempercepat target pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di seluruh pelosok nusantara pada tahun 2026.

Keunggulan Kurikulum dan Fasilitas PPDS Unusa Kurikulum yang diterapkan pada program spesialis baru ini telah disesuaikan dengan standar kompetensi nasional dan global. Mahasiswa PPDS di Unusa tidak hanya digembleng secara akademis, tetapi juga dibekali dengan etika kedokteran yang berlandaskan nilai-nilai religius dan sosial. Hal ini bertujuan agar lulusannya nanti tidak hanya menjadi teknokrat medis, tetapi juga pelayan masyarakat yang empati.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Dalam mendukung proses belajar mengajar, Unusa menyediakan laboratorium simulasi medis tercanggih yang memungkinkan para residen (mahasiswa spesialis) melakukan praktik prosedur medis dalam lingkungan yang aman sebelum terjun langsung ke pasien. Fasilitas ini sangat krusial untuk memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama selama proses pendidikan berlangsung.

Jaringan Rumah Sakit Pendidikan yang Terintegrasi Salah satu syarat mutlak keberhasilan pendidikan dokter spesialis adalah ketersediaan wahana praktik yang memadai. Saat Unusa resmi buka 2 PPDS baru, institusi ini telah memperkuat kerja sama dengan jaringan Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya dan beberapa rumah sakit mitra lainnya. Keberadaan RS pendidikan yang terintegrasi ini memungkinkan residen mendapatkan paparan kasus yang beragam, mulai dari kasus dasar hingga kasus kompleks yang memerlukan tindakan tingkat lanjut.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Interaksi langsung dengan pasien di bawah bimbingan konsulen senior yang berpengalaman akan membentuk ketajaman klinis para dokter spesialis lulusan Unusa. Pola pendidikan berbasis hospital-based yang tetap menjunjung tinggi kaidah akademik ini diharapkan menghasilkan praktisi yang siap kerja dan mandiri segera setelah mereka menyelesaikan studinya.

Transformasi Digital dalam Pendidikan Kedokteran Dunia medis saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi digital. Oleh karena itu, Unusa mengintegrasikan sistem informasi rumah sakit dan rekam medis elektronik dalam proses pendidikannya. Residen dilatih untuk memanfaatkan data medis secara cerdas guna melakukan riset klinis dan pengambilan keputusan medis yang berbasis bukti (evidence-based medicine).

Penggunaan platform pembelajaran daring dan akses ke jurnal internasional bereputasi juga disediakan secara tak terbatas bagi para residen. Transformasi digital ini memastikan bahwa meskipun menempuh pendidikan di lembaga berbasis keagamaan, kualitas ilmu pengetahuan yang diserap oleh mahasiswa tetap sejajar dengan perkembangan medis dunia paling mutakhir.

FAQ

Unusa secara resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).

Hal ini dilakukan untuk mendukung program percepatan dokter spesialis nasional guna mengatasi kelangkaan tenaga medis ahli di Indonesia.

Para residen akan menempuh praktik di jaringan Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya dan rumah sakit pendidikan mitra yang telah bekerja sama dengan Unusa.

Keunggulannya terletak pada integrasi nilai-nilai etika religius, fasilitas simulasi medis modern, serta penggunaan teknologi digital dalam kurikulum pendidikannya.