“Sebaiknya ditutup, dan kalau ada mahasiswa yang mau masuk untuk penelitian, sekuriti harus catat namanya dan apa kegiatannya,” tutur Syarifuddin, menekankan pentingnya manajemen akses yang lebih baik.
Komitmen Kampus Mencari Akar Masalah
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNM, Arifin Manggau, menyatakan penyesalan mendalam atas perusakan fasilitas kampus dan kendaraan mahasiswa ini. Ia menilai bentrokan yang terjadi pada sore hari itu cukup janggal dan sedang berupaya menelusuri akar permasalahannya.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Kami belum tahu apakah ini persoalan pribadi atau ada pemicu lain,” kata Arifin.
Untuk menindaklanjuti insiden ini, pihak kampus akan segera menggelar rapat penting bersama pimpinan fakultas dan Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi. Rapat tersebut akan menentukan langkah-langkah selanjutnya, termasuk keputusan mengenai apakah aktivitas perkuliahan akan diliburkan atau tidak.
Kesigapan polisi dan komitmen pimpinan UNM untuk mencari penyebab mendasar konflik ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan keamanan dan integritas akademik akan menjadi prioritas, demi menjaga lingkungan kampus tetap kondusif dan fokus pada pendidikan.












