Example floating
Example floating
SURABAYA RAYA

Ular Piton 5 Meter Teror Warga Tandes Surabaya Masuk Kandang Ayam

A. Daroini
×

Ular Piton 5 Meter Teror Warga Tandes Surabaya Masuk Kandang Ayam

Sebarkan artikel ini
Ular Piton 5 Meter Teror Warga

Tim DPKP Kota Surabaya bergerak cepat melakukan evakuasi dramatis di tengah pemukiman padat penduduk untuk mengamankan reptil tersebut.

Proses Evakuasi Ular Sanca di Pemukiman Padat Surabaya

Warga kawasan Jalan Margomulyo, Kelurahan Buntaran, Kecamatan Tandes, Surabaya, dikejutkan oleh penemuan ular piton sepanjang 5 meter pada Senin (23/2/2026) dini hari.

Baca Juga: Mantan Kades Ambal Ambil Pasuruan Divonis Penjara Akibat Korupsi Dana Desa

Reptil berukuran besar tersebut ditemukan pertama kali oleh Raden Rendi Wijaya (23) di dalam kandang ayam miliknya sekitar pukul 04.42 WIB.

Khawatir akan keselamatan warga dan ternak, pemilik rumah segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya untuk melakukan evakuasi darurat di lokasi yang tergolong sempit dan padat tersebut.

Baca Juga: Spektakuler Pecahkan Rekor MURI Khofifah Dan Utusan Khusus Raja Salman Ajak Ribuan Warga Bukber Sebagai Simbol Persaudaraan Dunia

Suasana subuh di kawasan Tandes yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi ketegangan. Raden Rendi Wijaya, yang berniat menjalani rutinitas paginya memberi makan ternak, justru dihadapkan pada pemandangan yang menguji nyali.

Di balik jeruji kandang ayamnya, bukan sekadar riuh suara unggas yang ia temui, melainkan seonggok tubuh besar bersisik pola batik yang melingkar dengan tenang. Seekor ular piton berdiameter sekitar 15 sentimeter telah berada di sana, siap memangsa apa pun yang ada di dekatnya.

Baca Juga: Solusi Cerdas Bantu Mahasiswa Irit UNESA Bagikan Ribuan Takjil Gratis Tiap Hari Guna Ringankan Beban Ekonomi Di Bulan Ramadan

Kehadiran predator melata ini tentu bukan perkara sepele. Dengan panjang mencapai 5 meter, ular tersebut memiliki kekuatan lilitan yang cukup untuk membahayakan manusia, apalagi di lingkungan pemukiman yang padat bangunan. Tanpa membuang waktu, laporan pun segera diteruskan ke layanan kedaruratan.

Merespons laporan tersebut, DPKP Kota Surabaya melalui Unit Tempur Pos Kandangan langsung meluncur ke lokasi. Tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 04.48 WIB, tim yang terdiri dari petugas berpengalaman langsung melakukan pemetaan area.

Kondisi lapangan memberikan tantangan tersendiri bagi para petugas; lokasi kandang berada di gang-gang sempit yang terhimpit bangunan permanen, ditambah lagi dengan banyaknya tumpukan barang bekas di sekitar kandang yang menjadi tempat persembunyian ideal bagi sang ular.

Dengan pencahayaan terbatas di remang subuh, petugas mulai melakukan tindakan. Menggunakan tongkat penjepit khusus (snake hook) dan perlengkapan keamanan lengkap, tiga personel DPKP masuk ke area sempit tersebut. Ular sempat mencoba bertahan di celah-celah barang bekas, namun berkat ketangkasan petugas, kepala predator tersebut berhasil dikendalikan.

Ketegangan sempat memuncak saat ular memberikan perlawanan kecil ketika hendak dimasukkan ke dalam karung. Namun, jam terbang petugas Damkar Surabaya membuktikan kelasnya.

Kurang dari 30 menit sejak tiba di lokasi, tepatnya pada pukul 05.10 WIB, proses evakuasi dinyatakan selesai. Ular sanca kembang tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan cedera, baik pada petugas maupun warga sekitar.

Fenomena munculnya reptil besar di pemukiman Surabaya Barat ini menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tumpukan barang bekas dan kondisi lembap seringkali menjadi daya tarik bagi ular untuk mencari mangsa atau sekadar berlindung, terutama di kawasan yang berdekatan dengan saluran air atau lahan kosong.