Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Imam Maruf memandang pengakuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebutkan PKB sudah memberikan kontribusi Rp 300 miliar untuk NU tidak betul.
“Itu tidak betul. Kontribusi Rp 300 miliar yang di-claim itu uang APBD Jawa timur, bukan uang PKB,” kata Maruf
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jawa Timur Meningkat Setelah Lebaran
Kontribusi dari pemerintahan atas saran fraksi pun tidak dapat dikuasai fraksi tertentu, karena pengajuannya ke Gubernur yang lalu diulas bersama-sama dengan DPRD. Yaitu, mengikutsertakan semua fraksi, tidak cuma PKB. “Pengajuan ke gubernur dan disepakati DPRD dan gubernur melalui ulasan DPRD semua, bukan PKB saja . Maka, yang mengulas semua fraksi, bukan PKB,” tegas politikus asal Nganjuk ini.
Apa lagi, di DPRD Jawa Timur, lebih dari 60 % anggotanya ialah warga NU dan mereka berikut yang turut berusaha, bila tersangkut masalah NU. “Maka tidak ada dasarnya jika Cak Imin mengeklaim itu dari PKB. Yang betul itu uang rakyat yang lalu diulas bersama-sama dan ditujukan untuk rakyat,” katanya.
Baca Juga: Dari Blitar Berprestasi, Kini Muklisin Buka Babak Baru Kolaborasi di Banyuwangi
Sekedar diketahui dalam info tertulis yang dibagi ke media, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar menjelaskan, jika Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, selama setahun 2022 salurkan dana untuk NU dan beberapa tubuh otonomnya se-Jatim sebesar Rp 300 miliar.












