Tulungagung, Memo – Detik-detik kepulangan jemaah haji Indonesia ke tanah air semakin dekat. Bagi Jawa Timur, kabar gembira datang dari Kabupaten Tulungagung, yang akan menjadi rombongan pertama tiba di Embarkasi Surabaya pada Kamis, 12 Juni 2025.
Proses kepulangan ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, menandai berakhirnya ibadah haji bagi ribuan jemaah.
Pelaksana Harian (Plh) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menyampaikan detail kedatangan ini pada Senin, 9 Juni 2026.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
“Jemaah haji kloter pertama asal Tulungagung dijadwalkan berangkat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Rabu 11 Juni 2025 pukul 16.00 waktu Arab Saudi atau pukul 20.00 WIB,” jelas Sugiyo, seperti dilansir dari Antara. Penerbangan panjang ini diperkirakan akan mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya keesokan harinya, sekitar pukul 09.50 WIB.
Penerbangan jemaah haji ini akan melalui transit di Muscat International Airport, Oman, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Indonesia. Oleh karena itu, Sugiyo mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik menghadapi durasi perjalanan udara yang cukup panjang.
“Semoga seluruh jemaah haji dari Jawa Timur dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat hingga sampai di kampung halaman masing-masing,” harapnya.
Setibanya di Surabaya, jemaah tidak akan langsung menuju daerah asal mereka. Proses standar mengharuskan mereka untuk singgah terlebih dahulu di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). Di sana, para jemaah akan mengambil koper dan air zam-zam yang telah disiapkan.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
“Nantinya juga akan ada prosesi penyambutan sederhana di asrama haji,” tambah Sugiyo, memastikan sambutan hangat bagi para tamu Allah.
Pada hari pertama kedatangan, Kamis, 12 Juni 2025, total ada tiga kloter awal yang akan tiba di Tanah Air. Dua di antaranya berasal dari Kabupaten Tulungagung, menunjukkan dominasi awal dari daerah tersebut.
Sementara itu, satu kloter lainnya adalah jemaah haji dari Kabupaten Kediri, melengkapi rombongan pertama yang kembali setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. ( af )












