Tulungagung, Memo.co.id
Warga Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, kembali menyuarakan keluhan terkait dampak pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang dikerjakan PT Hutama Karya Gala (HK Gala). Proyek yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan itu dinilai menimbulkan kerugian serius bagi warga, namun belum dibarengi penanganan yang memadai.
Dari penelusuran di lapangan, sejak pekerjaan dimulai tidak ada satu pun surat tembusan pemberitahuan yang disampaikan pihak perusahaan kepada Pemerintah Desa Ngrejo. Kondisi itu membuat warga merasa diabaikan dan tidak dilibatkan dalam proses awal pekerjaan.
Beberapa hari lalu, sekitar 150 warga yang tergabung dalam Tulungagung 212 Korwil Selatan Desa Ngrejo turun ke lokasi untuk merekam kondisi dan memviralkan dampak kerusakan sebagai bentuk protes. Mereka menuntut PT HK Gala segera menyelesaikan permasalahan tanpa sekadar janji.
Baca Juga: Diduga Picu Diare Massal, Penyaluran MBG di Boyolangu Dihentikan
Koordinator lapangan Tulungagung 212 Korwil Selatan, Roni Prasetyo, menegaskan bahwa warga tidak main-main terhadap tuntutan tersebut.
“Dampak kerugian ini nyata. Ada longsor yang merusak sumber air desa, jalan jadi sulit dilewati, dan lebih parah lagi beberapa batu besar hampir mengenai rumah warga. Kami minta ini segera ditangani, bukan hanya janji,” tegas Roni.
Baca Juga: BGN Tegas: SPPG Wajib Kantongi SLHS, Satu Bulan atau Tutup












