Di wilayah Kecamatan Pule, tepatnya di Desa Puyung, longsor menyebabkan dinding dapur rumah milik seorang warga bernama Samiyo jebol. Dampak lebih parah terjadi di Kecamatan Munjungan, di mana tebing setinggi kurang lebih 25 meter yang berada di belakang rumah Joko Sutrisno di Desa Bangun longsor hingga merusak bagian kamar mandi. Selain itu, longsor juga menerjang kediaman Komariyah di Dusun Weru, Desa Ngulungkulon, mengakibatkan kerusakan pada area dapur dan kamar. Tak hanya itu, longsoran tanah juga menghantam tembok penahan tanah (TPT) di rumah Muhawir, menyebabkan kamar mandinya jebol.
Sementara itu, cuaca ekstrem dengan angin kencang juga menimbulkan kerugian. Di Kecamatan Trenggalek, sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah milik Solikin yang berlokasi di Desa Ngares. Di Kecamatan Suruh, pohon tumbang juga terjadi dan sempat menghalangi sebagian badan jalan di Desa Suruh. Dampak signifikan juga dirasakan di Kecamatan Bendungan, di mana pohon sengon dengan diameter sekitar 60 cm tumbang di Jalan Raya Bendungan–Trenggalek, mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Di Kecamatan Durenan, pohon tumbang menimpa lampu penerangan jalan dan menutup akses jalan di Desa Pandean.
Baca Juga: Warga Dan Pedagang Geruduk Kantor SPPG Bandar Lor Kediri Karena Dugaan Penipuan
Untuk bencana banjir, Kecamatan Trenggalek menjadi wilayah yang terdampak. Luapan sungai di Desa Ngares menyebabkan air menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 50 cm. Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Kelutan dan Desa Tamanan.
Menyikapi kondisi darurat ini, Stefanus menambahkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan logistik ke lokasi-lokasi yang terdampak. Selain itu, tim gabungan juga melakukan asesmen mendalam untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis dan kesehatan para korban bencana.
“Hingga saat ini, kami bersyukur tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangkaian bencana ini. Upaya penanganan darurat akan terus kami lakukan secara terkoordinasi dan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak terkait,” pungkas Stefanus, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana.
Bencana Trenggalek, Longsor dan Banjir Trenggalek, BPBD Trenggalek












