Ponorogo, Memo
Kabar duka kembali menyelimuti wilayah Ponorogo menyusul bertambahnya daftar korban jiwa akibat ledakan bahan petasan rakitan. Seorang pelajar yang sebelumnya kritis setelah terkena dampak ledakan hebat, akhirnya mengembuskan napas terakhir meski telah mendapatkan tindakan medis darurat di rumah sakit setempat. Insiden mematikan ini menjadi pengingat keras akan risiko besar yang mengintai di balik tradisi berbahaya pembuatan mercon tanpa standar keamanan.
Kondisi korban saat pertama kali dilarikan ke instalasi gawat darurat dilaporkan sangat memprihatinkan, dengan persentase luka bakar yang cukup luas di bagian tubuh dan anggota gerak. Tim medis telah berupaya maksimal untuk menstabilkan kondisi remaja tersebut, namun takdir berkata lain. Kepergian pelajar ini menambah daftar panjang tragedi serupa yang kerap terjadi akibat penyalahgunaan bahan peledak secara ilegal di lingkungan pemukiman padat penduduk.
Baca Juga: Kades Semen Pagu Akui Setor 168 Juta Seleksi Perangkat, Demi Jabatan Sang Anak
Pihak kepolisian dari Polres Ponorogo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami asal-usul bahan peledak yang digunakan. Berdasarkan temuan awal, ledakan tersebut dipicu oleh aktivitas pencampuran bahan kimia yang sangat sensitif terhadap gesekan dan panas. Kekuatan ledakan bahkan dilaporkan merusak sebagian bangunan di sekitar lokasi, menunjukkan betapa besarnya daya hancur dari bahan rakitan tersebut.












