Example floating
Example floating
Metropolis

Tragedi Balita Jatuh dari Balkon Apartemen Jatinegara Akibat Ditinggal Orang Tua Sendirian

A. Daroini
×

Tragedi Balita Jatuh dari Balkon Apartemen Jatinegara Akibat Ditinggal Orang Tua Sendirian

Sebarkan artikel ini
Tragedi Balita Jatuh dari Balkon Apartemen Jatinegara Akibat Ditinggal Orang Tua Sendirian 2

Penyelidikan Kasus Kelalaian Orang Tua Balita Jatinegara

Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, saat seorang balita dilaporkan terjatuh dari balkon lantai atas sebuah hunian vertikal. Kejadian ini bermula ketika korban bersama saudaranya yang juga masih balita ditinggalkan sendirian di dalam rumah dalam kondisi pintu terkunci dari luar.

Baca Juga: SBY Siapkan Langkah Hukum Tegas Terkait Tudingan Keterlibatan Isu Ijazah Jokowi

Minimnya pengawasan orang dewasa diduga menjadi faktor utama yang memicu keberanian balita tersebut untuk memanjat area balkon hingga akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa memilukan ini terjadi pada siang hari saat kondisi lingkungan sekitar sedang cukup tenang.

Baca Juga: Humas KAI Daop 7 Madiun Himbau Penumpang Datang di Stasiun Lebih Awal Agar Terhindar Macet di Malam Pergantian Tahun

Diketahui, orang tua kedua balita tersebut sedang keluar rumah untuk suatu keperluan dan memutuskan untuk mengunci anak-anak mereka di dalam demi alasan keamanan. Namun, rasa ingin tahu anak-anak yang tinggi justru membawa mereka ke area balkon yang tidak memiliki pengaman cukup memadai untuk ukuran balita.

Warga sekitar sempat mendengar suara benturan keras sebelum menemukan korban tergeletak di area dasar bangunan. Tangisan saudara korban yang masih berada di dalam unit apartemen menjadi petunjuk bagi warga dan petugas keamanan untuk segera melakukan evakuasi.

Sayangnya, akibat luka serius yang dialami pasca jatuh dari ketinggian, nyawa balita tersebut tidak dapat tertolong meski sempat dilarikan ke fasilitas medis terdekat.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan apakah ada unsur pidana atau murni kecelakaan. Fokus utama penyidikan saat ini adalah mendalami aspek kelalaian yang dilakukan oleh orang tua korban.

Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, membiarkan anak di bawah umur tanpa pengawasan di lokasi berisiko dapat dikategorikan sebagai bentuk penelantaran yang berkonsekuensi hukum.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua yang tinggal di bangunan bertingkat seperti apartemen atau rumah susun. Ahli perlindungan anak menekankan bahwa mengunci anak di dalam rumah bukanlah solusi keamanan, melainkan risiko besar jika terjadi situasi darurat seperti kebakaran atau kecelakaan domestik. Balkon dan jendela pada lantai tinggi wajib dilengkapi dengan teralis atau pengunci tambahan yang tidak bisa dijangkau oleh anak-anak.

Hingga saat ini, orang tua korban masih menjalani pemeriksaan intensif dan pendampingan psikologis karena kondisi mereka yang masih terguncang hebat. Lingkungan apartemen tersebut kini dijaga ketat, dan garis polisi masih terpasang di unit tempat kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh tim forensik dan penyidik.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam sekaligus catatan penting mengenai keselamatan anak di hunian vertikal. Proses hukum akan terus berjalan untuk menentukan pertanggungjawaban orang tua, sementara masyarakat diharapkan lebih peka terhadap keamanan lingkungan rumah guna mencegah terulangnya tragedi serupa yang merenggut nyawa anak.

FAQ

Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat jatuh dari ketinggian dan sempat mendapatkan upaya pertolongan medis.

Korban dan saudaranya ditinggalkan oleh orang tua mereka di dalam rumah yang terkunci dari luar, sehingga mereka mencari jalan keluar hingga ke area balkon.

Pihak kepolisian sedang menyelidiki adanya dugaan unsur kelalaian sesuai dengan UU Perlindungan Anak yang berlaku di Indonesia.

Disarankan memasang pengaman tambahan seperti teralis di balkon, memastikan jendela terkunci, dan tidak pernah meninggalkan balita sendirian tanpa pengawasan orang dewasa.