MEMO – Demi mengurai kepadatan lalu lintas yang semakin menggila, pihak kepolisian dengan dukungan PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memutuskan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow satu lajur di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan volume kendaraan yang kembali ke Jakarta setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 2025.
Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal untuk menjaga kelancaran arus balik. “Kami mendukung penuh pemberlakuan contraflow satu lajur dari KM 70 hingga KM 36 arah Jakarta di ruas Tol Jakarta-Cikampek, yang dimulai pada pukul 22.30 WIB,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Selain contraflow satu lajur, untuk mengimbangi kepadatan, juga diterapkan contraflow dua lajur dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta di ruas jalan tol yang sama. Hal ini dilakukan karena volume kendaraan yang menuju Jakarta terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum memulai perjalanan,” pesan Ria. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi diri dan kendaraan dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik. Selain itu, pengguna jalan tol juga diharapkan untuk mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.
Sebagai informasi tambahan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat bahwa sebanyak 685.079 kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek dalam periode H-1 hingga H+2 libur Lebaran 2025, yaitu pada Senin-Kamis (31 Maret-3 April 2025). Angka ini merupakan akumulasi dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama dan GT Fungsional Japek II Selatan (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak).
Jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek ini mengalami peningkatan sebesar 32,4 persen dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal (517.468 kendaraan). Distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah adalah sebagai berikut: 343.427 kendaraan (50,1 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 181.344 kendaraan (26,5 persen) dari arah Barat (Merak), dan 160.308 kendaraan (23,4 persen) dari arah Selatan (Puncak).
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap












