Sementara itu, Desa Pupus menyimpan potensi keindahan alam yang masih asri dan jarang tersentuh. Lokasi seperti Mloko Sewu, Mloko Jajar, serta Hutan Lindung Sigogor dinilai cocok untuk dikembangkan menjadi area wisata trekking dan edukasi alam.
Adapun Desa Ngebel, yang menjadi lokasi utama Telaga Ngebel, kini diarahkan untuk membentuk kawasan petualangan bertajuk Ngebel Adventure Park. Kegiatan seperti jelajah alam, kemah, dan aktivitas komunitas disiapkan sebagai daya tarik utamanya.
“Kalau masyarakat desanya pasif, maka upaya pemerintah tidak akan berarti. Maka semua harus bergerak dan kreatif,” tegas Judha.
Pembinaan ini bukan hanya untuk memperbanyak titik kunjungan, melainkan menciptakan jaringan wisata yang saling terhubung. Pengunjung diharapkan dapat merasakan pengalaman menyeluruh—dari alam, budaya, kuliner, hingga keramahan penduduk desa. Selain menambah lama masa tinggal wisatawan, strategi ini diharapkan mampu mendorong ekonomi desa secara langsung.
“Target kami, ketiga desa itu bisa menjadi satu kesatuan paket wisata yang menarik dan memberikan warna baru dalam pariwisata Ponorogo,” tutupnya.












