Example floating
Example floating
Tekno Digi

Thrasio, Perusahaan Brand Aggregator Amazon, Diambang Kehancuran Finansial

Alfi Fida
×

Thrasio, Perusahaan Brand Aggregator Amazon, Diambang Kehancuran Finansial

Sebarkan artikel ini
Thrasio, Perusahaan Brand Aggregator Amazon, Diambang Kehancuran Finansial
Thrasio, Perusahaan Brand Aggregator Amazon, Diambang Kehancuran Finansial

MEMO

Thrasio, perusahaan brand aggregator terkemuka di platform e-commerce Amazon, menghadapi tantangan keuangan yang signifikan. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, Thrasio telah berhasil merundingkan kesepakatan dengan para kreditur untuk mengurangi utangnya sebesar US$ 495 juta.

Baca Juga: Menteri Koperasi Teten Masduki Ungkap Risiko Temu pada UMKM

Langkah tersebut diharapkan akan memberikan dorongan baru bagi perusahaan untuk terus beroperasi dan mendukung berbagai merek yang dikelolanya.

Krisis Keuangan Mengguncang Raksasa E-commerce! Bisakah Thrasio Bangkit?

Thrasio, sebuah perusahaan yang mengumpulkan merek-merek terkenal di platform e-commerce Amazon, sedang mengalami kesulitan keuangan yang serius. Model bisnisnya mirip dengan Unilever atau P&G, di mana mereka mengelola banyak merek FMCG di bawah satu atap untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan produksi.

Baca Juga: Perubahan Drastis di Tokopedia, Rumor PHK dan Integrasi ByteDance

Perusahaan ini mengumumkan bahwa para krediturnya telah menyetujui untuk mengurangi utang sebesar US$ 495 juta. Beberapa kreditur juga berjanji untuk menyuntikkan dana segar senilai US$ 90 juta agar operasional tetap berjalan dan merek-merek di bawah Thrasio dapat terus berjualan.

Menurut CEO Thrasio, Greg Greely, “Thrasio merupakan salah satu penjual pihak ketiga terbesar di pasar Amazon. Dengan keuangan yang lebih stabil dan tambahan modal, kami dapat lebih mendukung merek-merek kami, memperluas infrastruktur, dan mencari peluang baru.”

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Thrasio Memotong Utang, Berusaha Bertahan dan Berkembang

Thrasio dan perusahaan sejenisnya telah berhasil mengumpulkan miliaran dolar AS dari investor dalam beberapa tahun terakhir. Sejak didirikan, Thrasio telah menerima investasi sebesar US$ 3,4 miliar (setara dengan Rp 53 triliun).

Perusahaan ini bahkan sempat mempertimbangkan untuk melantai di pasar saham melalui merger dengan SPAC.