Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Terungkap, Rahasia Petani Kediri Hadapi Kekeringan, Benih Jagung Super NK Perkasa Sakti

A. Daroini
×

Terungkap, Rahasia Petani Kediri Hadapi Kekeringan, Benih Jagung Super NK Perkasa Sakti

Sebarkan artikel ini
Terungkap, Rahasia Petani Kediri Hadapi Kekeringan, Benih Jagung Super NK Perkasa Sakti

Memo, hari ini.

Musim kering di semester kedua 2025 menjadi momok serius bagi petani di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Kediri. Ancaman penurunan produktivitas jagung akibat minimnya air, serangan hama, dan pertumbuhan gulma kian nyata.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kediri, Peresmian Jalan Stasiun dan 2.000 Porsi Pecel Gratis

Namun, kini ada secercah harapan. Perusahaan pertanian multinasional, PT Syngenta Indonesia, hadir membawa solusi inovatif untuk membantu petani jagung melewati tantangan iklim ekstrem ini.

Syngenta Indonesia memperkenalkan NK Perkasa Sakti, benih jagung hibrida berteknologi tinggi yang dirancang khusus untuk tetap menghasilkan produktivitas optimal, bahkan di tengah kondisi lingkungan yang kurang ideal. Peluncuran revolusioner ini digelar di Syngenta Learning Center, Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Baca Juga: Suap Perangkat Desa Kediri, 25 Kades dan 22 Camat Dikonfrontir, Beri Keterangan Palsu Terancam Pidana

Acara akbar ini dihadiri oleh tokoh penting seperti Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gunawan, SP, M.Si, Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa S.T, perwakilan dinas pertanian, serta ratusan petani jagung dari seluruh Jawa Timur.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gunawan, mengapresiasi inovasi Syngenta. Ia mengungkapkan data optimis dari BPS tahun 2024, di mana produksi jagung nasional mencapai 15,14 juta ton pipilan kering.

Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita

Realisasi penggunaan benih jagung bersertifikat juga menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai 191,81 persen pada tahun 2024. Untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan produksi jagung sebesar 16,68 juta ton.

“Terima kasih kepada PT. Syngenta Indonesia yang telah menghasilkan banyak varietas jagung hibrida yang digunakan oleh petani. Tentunya, hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan varietas jagung hibrida di Indonesia,” ujar Gunawan di sela-sela peluncuran benih jagung NK Perkasa Sakti di Kedungmalang.

Gunawan juga menekankan bahwa benih adalah komponen vital dalam produksi tanaman. Pemerintah terus mendukung pengembangan varietas baru, terbukti dengan dilepasnya 371 varietas jagung hibrida hingga saat ini. Ia mendorong swasta untuk terus merakit dan mengembangkan varietas-varietas unggul ini, mengingat investasi besar yang dibutuhkan dalam teknologi tinggi.

Ini menjadi sinyal positif bagi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memajukan pertanian nasional.

Customer Business Manager Syngenta Indonesia, Nguyen Huy Cuong, menjelaskan urgensi kehadiran benih ini. “Jadi ketika musim kering datang dan kondisi cuaca semakin tidak menentu, petani membutuhkan benih yang tangguh, efisien, dan tetap produktif.

NK Perkasa Sakti adalah jawaban kami dan kehadiran benih jagung bioteknologi ini punya keunggulan ganda, dirancang khusus untuk mendukung petani menghadapi dinamika iklim yang semakin ekstrem,” papar Nguyen. Keunggulan ganda ini menjadi poin penting yang ditawarkan Syngenta untuk meningkatkan resiliensi petani.

Senada dengan Nguyen, Seed Marketing Head Syngenta Indonesia, Imam Sujono, menyoroti peran strategis Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, sebagai sentra jagung nasional. Ia menyebut potensi hasil NK Perkasa Sakti bisa 5-10 persen lebih besar dari varietas lain, bahkan mencapai 13,3 ton/hektare dalam kondisi optimal.

Angka ini tentu sangat menjanjikan bagi petani. Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, juga menyambut baik inovasi ini. “Jagung adalah salah satu komoditas andalan di Kabupaten Kediri. Bahkan Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar ini merupakan sentra produksi jagung,” ujarnya, menunjukkan betapa relevannya NK Perkasa Sakti bagi daerahnya.

Pengakuan positif datang dari Abubakar, seorang petani jagung dari Desa Menampu, Jember, yang telah mencoba menanam NK Perkasa Sakti. Ia merasakan efisiensi luar biasa dalam mengendalikan gulma dan ulat penggerek batang.

“Jika saya amati dan bandingkan dengan jagung biasa, varietas baru ini lebih istimewa, tanaman sehat dan lebih tahan dari ulat penggerek batang. Kami menjadi tidak terlalu khawatir dengan serangan hama,” ungkap Abubakar dengan antusias.

Testimoni langsung ini menjadi bukti nyata keunggulan benih bioteknologi yang telah dikenalkan Syngenta sejak 2024 lalu. Peluncuran di Kediri ini merupakan bagian dari program nasional Syngenta Indonesia, setelah sebelumnya sukses digelar di Lampung, Bone (Sulawesi Selatan), Lamongan, dan Grobogan (Jawa Tengah).