Di Indonesia terjadi fenomena alam yang sangat menarik. Sudah sejak akhir Oktober 2023, ribuan burung raptor dari Siberia, Rusia, telah teramati melakukan migrasi ke tanah air kita. Kawanan burung pemangsa ini telah ditemukan berada di hutan Pegunungan Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Berita mengenai fenomena alam ini pertama kali tersebar lewat laporan dari Burung Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang sangat peduli dalam upaya pelestarian burung-burung liar. Dalam pemantauan mereka, ribuan burung raptor ini tampaknya telah bermigrasi melalui rute darat sebelah timur yang mencakup perjalanan melintasi China, Semenanjung Malaya, hingga tiba di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Ria Saryanthi, seorang Penasihat Kemitraan Komunikasi dari Burung Indonesia, menjelaskan fenomena alam ini, “Kita berhasil mengamati Pernis ptilorhynchus, Accipiter gularis, Accipiter soloensis, dan Merops philippinus, yang bermigrasi dari Siberia dan singgah berkembang biak di Pegunungan Sanggabuana.”
Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan burung raptor? Jika dilihat sekilas, burung raptor tampak mirip dengan elang. Namun, mereka merupakan jenis burung pemangsa yang melakukan migrasi paling jauh dibandingkan dengan jenis pemangsa burung lainnya.
Pelestarian Ekosistem: Menjaga Kehadiran Ribuan Burung Raptor di Indonesia
Burung raptor ini memiliki tiga karakteristik utama yang membedakannya: penglihatan yang sangat tajam, delapan cakar yang mematikan, serta paruh yang melengkung. Burung-burung pemangsa ini telah ada dalam berbagai bentuk selama 50 hingga 75 juta tahun.
Di seluruh dunia, terdapat sekitar 482 spesies raptor, dengan 304 spesies aktif pada siang hari dan 178 spesies aktif pada malam hari.
Burung raptor Siberia memiliki kebiasaan bermigrasi ke wilayah tropis untuk menghindari musim dingin yang sangat ekstrem di utara. Selama perjalanan migrasinya menuju Asia Tenggara, mereka sering terlihat bertransit di India.
Namun, pengamatan oleh peneliti dari Rusia dan India juga menunjukkan bahwa banyak burung raptor terperangkap di India akibat terlalu banyak kincir angin, sehingga terjatuh ke zona turbulensi turbin angin.
Kecelakaan ini membuat burung-burung tersebut terkejut dan tidak dapat melanjutkan penerbangan meskipun masih hidup.
Burung-burung raptor yang bermigrasi dari Siberia umumnya melakukan perjalanan sendirian dan meninggalkan anak-anak mereka di belakang. Pada tahun 2016, Restorasi Ekosistem Riau (RER) juga mencatat pengamatan mereka terhadap puluhan burung raptor dari Rusia yang terlihat berada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Migrasi burung raptor ini telah menjadi keajaiban alam yang perlu dijaga, dan upaya pelestarian harus terus ditingkatkan untuk melindungi habitat dan lingkungan mereka. Fenomena ini juga memperkaya keanekaragaman hayati di Indonesia dan menjadi salah satu keindahan alam yang memikat.
Sebagai pecinta alam, kita berharap bahwa ribuan burung raptor Siberia akan terus menemukan tempat yang aman di Indonesia selama migrasi musim dingin mereka, dan kita dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan fenomena alam ini.