Example floating
Example floating
Home

Terungkap! Gas Melon Langka di Sumut, Harga Tembus Rekor!

Alfi Fida
×

Terungkap! Gas Melon Langka di Sumut, Harga Tembus Rekor!

Sebarkan artikel ini
Terungkap! Gas Melon Langka di Sumut, Harga Tembus Rekor!
Terungkap! Gas Melon Langka di Sumut, Harga Tembus Rekor!

MEMO

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengakui adanya kelangkaan gas LPG 3 kg di beberapa wilayah Sumatera Utara, termasuk Medan, Deliserdang, Binjai, dan Langkat. Bahkan, harga gas melon sempat melebihi harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, pihak berwenang telah mengatasi masalah ini, dan saat ini pasokan gas melon sudah kembali lancar di wilayah-wilayah yang sebelumnya mengalami kelangkaan.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Gubernur Edy Rahmayadi juga menekankan pentingnya menjaga harga gas subsidi agar tidak dijual di atas HET, serta menegaskan langkah-langkah tegas dalam menangani kelangkaan jika terjadi di masa mendatang.

Gubernur Sumatera Utara Mengakui Kelangkaan dan Harga Gas Melon di 4 Wilayah!

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengakui bahwa terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg di empat wilayah Sumatera Utara. Selain itu, harga gas melon juga sempat dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

“Saya telah menerima informasi bahwa empat kabupaten dan kota seperti Medan, Deliserdang, Binjai, dan Langkat mengalami kelangkaan. Meskipun kuotanya melebihi, yaitu 357 ribu tabung gas melon, namun kebutuhan hanya sebanyak 212 ribu tabung,” ujar Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut pada Senin (31/7).

Namun, kelangkaan tersebut telah berhasil diatasi. Saat ini, distribusi pasokan gas melon sudah berjalan lancar ke wilayah-wilayah yang sebelumnya mengalami kelangkaan.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

“Kini, masyarakat sudah tidak perlu khawatir karena pasokan tabung gas telah terpenuhi. Meskipun sempat mengalami kekurangan di beberapa tempat, namun sekarang distribusinya sudah lancar,” ungkapnya.

Edy menjelaskan bahwa kelangkaan tersebut terjadi akibat adanya pengoplosan tabung gas. Namun, masalah tersebut telah diselesaikan oleh Polda Sumut.

Gubernur Edy Rahmayadi Minta Harga Gas Subsidi Tetap Sesuai HET

“Ada beberapa orang yang memanfaatkan situasi sulit tersebut, dan masalah itu sudah ditangani oleh Kapolda. Mereka saat ini dalam proses hukum di Polda,” tuturnya.

Selaku mantan Ketua Umum PSSI, Edy menegaskan bahwa harga gas bersubsidi tidak boleh dijual di atas HET. Untuk itu, pihaknya telah membentuk tim untuk mengatasi masalah tersebut.

“Setiap orang harus mendapatkan bagian yang adil. Harga tidak boleh melebihi HET. Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyebarkan informasi bahwa kenaikan harga sembarangan tidak diperbolehkan karena telah ada harga minimal yang ditentukan,” tegasnya.

Apabila ke depan masih terjadi kelangkaan, Edy meminta kapolda setempat untuk turun tangan dalam penanganan masalah ini.

“Kuota barang ini sebenarnya sudah mencukupi, bahkan dua kali lipat dari kebutuhan masyarakat di empat kabupaten. Jika kelangkaan masih terjadi, perlu dilakukan pemeriksaan apakah benar ada barang yang disembunyikan untuk mencari keuntungan pribadi,” tandasnya.

Sebelumnya, kelangkaan gas LPG 3 kg telah terjadi selama sebulan terakhir di beberapa wilayah di Sumut.

Tidak hanya sulit didapatkan, harga gas subsidi tersebut bahkan mencapai Rp30 ribu per tabung, padahal HET gas melon seharusnya hanya Rp18 ribu per tabung.

Kondisi Gas Melon di Sumatera Utara: Kelangkaan dan Harga Di Atas HET

Meskipun kondisi gas melon saat ini telah pulih, namun masyarakat tetap perlu waspada dan kapolda setempat diminta untuk berperan aktif dalam penanganan masalah kelangkaan jika terjadi di masa depan. Kelangkaan gas melon dapat merugikan masyarakat karena harga melon melampaui HET, yang semestinya hanya Rp18 ribu per tabung, namun sempat mencapai Rp30 ribu per tabung.

Sebagai kesimpulan, upaya bersama dari pemerintah dan aparat keamanan perlu terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan harga gas melon agar tetap terjangkau oleh masyarakat Sumatera Utara.