Example floating
Example floating
Infobis

Terungkap! Akses Pembiayaan LKM Menyusut, UMKM Mikro Terjepit

Alfi Fida
×

Terungkap! Akses Pembiayaan LKM Menyusut, UMKM Mikro Terjepit

Sebarkan artikel ini
Akses Pembiayaan LKM Menyusut, UMKM Mikro Terjepit

Kemudahan dan kecepatan proses pengajuan pinjaman online, baik dari segi pencairan dana maupun administrasi, menjadi salah satu daya tarik utama bagi pelaku usaha mikro. Edy mengkhawatirkan jika LKM kehilangan daya saing akibat tata kelola yang kurang transparan, di mana penyaluran pinjaman terkesan hanya menyasar pihak-pihak yang dekat dengan pengurus LKM, terutama di level desa dan kecamatan.

“Jadi, harapannya LKM proaktif, cepat dalam hal penyaluran pinjaman. Cepat administrasinya, sehingga tidak ada alasan pindah ke pinjaman lain apalagi kalau bunganya lebih bagus melalui LKM,” tandasnya.

Baca Juga: Breaking News! Tol Tanpa Sentuh MLFF: Apa Kabar Pertemuan Kritisnya?

Senada dengan Edy, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, sebelumnya telah memaparkan bahwa penurunan indeks inklusi LKM menunjukkan berkurangnya individu yang memanfaatkan layanan LKM, meskipun nilai penyalurannya secara keseluruhan mengalami peningkatan.

Huda menduga kuat bahwa pelaku usaha mikro kini lebih memilih pinjaman online sebagai alternatif pembiayaan karena target pasar yang serupa. “Ada perpindahan pengguna layanan pembiayaan LKM ke pinjaman online karena menyasar pangsa pasar yang sama. Selain itu, masyarakat juga sudah mulai mengenal teknologi di mana proses pengajuan pembiayaan melalui pinjaman online lebih mudah,” pungkas Huda.

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

Fenomena ini menjadi alarm bagi para pemangku kebijakan dan pengelola LKM untuk segera berbenah dan meningkatkan daya saing agar tetap relevan dalam mendukung pertumbuhan sektor usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Langkah-langkah strategis dan inovatif diperlukan agar LKM kembali menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha mikro dalam mengakses modal usaha.